Arsip untuk pondok kecil

Ketika ‘Dy’ datang… Sialan !!! (Part 2)

Posted in Uncategorized with tags , , , , on Februari 1, 2011 by Perempuan bodoh

Akhirnya awal bulan. Yeahh, pantesan tagihan-tagihan mulai menari-nari di hadapan. Tenang-tenang, smua kebagian… ntar saya bayar, kan udahh gajian, halahh… apa sehh, koq jadi ngelantur ke gaji 🙂 *pura-pura amnesia*

Meneruskan cerita tentang keseriusan si virus flu yang berhasil memperkosa kemerdekaan dan kebahagiaan saya belakangan ini, akhirnya sabtu kemarin saya ke dokter (lagi? Yups!). Panjang lebar saya interogasi tuhh dokter yang ternyata bernama Fahri. Saya protes dunk, masa cuma flu doang getoo sampe seminggu blom pulih-pulih. Emangnya segitu susahnya ngurus perceraian sama si Flu sialan ini?!  *semangat membabi buta* (kasian yaa si babi, lho?!)

Dengan sabar dan mata berbinar-binar suabaarr, akhirnya si dokterpun buka suara. Dan tulisan ngalur ngidul ga jelas ini adalah hasil dari tangkapan saya atas penjelasan si dokter itu.

Mulai yaa… Ayoo-ayoo serius…

Pada jaman dahulu kala… Ups, salah… Maaff  *kedip-kedip mesra tanpa dosa*

Pada dasarnya flu itu tidak perlu di obati karena dalam beberapa hari juga akan sembuh sendiri, alih-alih sampe saat ini ‘ternyata’ belum ada satu obatpun yang mampu mematikan virus penyebab flu. Coba aza cex label indikasi obat-obatan yang di jual di warung-warung pinggir jalan, apotik dan swalayan, disitu tulisannya jelas, “Untuk meringankan gejala flu, seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat dan bersin-bersin…  bla-bla-bla…”

Catet yaa… ‘Meringankan’  bukan  ‘Menyembuhkan’

Jadi, kalo kamu-kamu-kamu dan juga kamuuuu yang di ujung sana bisa sembuh setelah minum obat flu, itu bukan karena obatnya yang manjur, tetapi karena daya tahan tubuh kamu sendiri yang berhasil memerangi virus tersebut. Ingat, obat-obatannya hanya meringankan. Itu sebab saat flu banyak dokter menyarankan untuk banyak makan sayur dan buah juga istirahat yang cukup. Kenapa? Karena dengan begitu, kita dapat memberikan kesempatan pada tubuh kita untuk memerangi si virus dengan maksimal juga membantu si tubuh untuk memperbaiki sel-sel yang rusak akibat serangan si virus sialan.

“Perlu antibiotik ngga, dok?”

Itu pertanyaan lanjutan saya…

Dan kamu taw apa komentar si dokter? #Gataw lahh… kan lo belom cerita#   Hehe… iy, lupa.

Wokehh, saya kaseh taw…

Begini yaa, kalo kamu flu akibat virus, kamu sama sekali  tidak membutuhkan antibiotik. Kenapa? Karena sejauh ini virus tidak mati oleh antibiotik.  -tuink-tuink- (Nah lho?!)

Tetapi… antibiotik di perlukan jika   flu sudah bukan hanya disebabkan oleh virus, melainkan si virus berikut pasukan mau taw-nya yaitu si kuman dan si bakteri, Hiiii….

Hmm… bukan berarti tubuh kita tidak bisa ato tidak memiliki kemampuan untuk membunuh bakteri, tetapi pada satu masa di mana jumlah bakteri melebihi kemampuan sel pertahanan tubuh untuk memeranginya, maka akan timbul yang namanya infeksi. Saat itulah kita membutuhkan antibiotik guna penyembuhan yang lebih cepat dan optimal. Makanya selalu ada wanti-wanti dari si dokter bahwa antibiotik harus dihabiskan, walo semisal penyakitnya udah sembuh. Kenapa?  Karena kalo tidak di habiskan, kwatirnya si kuman dan si bakteri tadi hanya mati suri alih-alih belum mati beneran. Dan ini lebih bahaya, karena si kuman dan si bakteri bisa bangkit dari kubur muncul dan menyerang lagi dengan power yang jauh lebih kuat dan lebih ganas dari sebelumnya. 

Jadilah mengkonsumsi antibiotik yang sama tidak mempan lagi.  Antibiotik pun naik kelas, dimana dosisnya tentu lebih keras.

“Truz, gimana cara bedain flu karena virus ato karena virus berbakteri?”

Saat saya melontarkan pertanyaan itu dengan tampang yang sengaja di polos-polosin (walo sumpah, aslinya emang polos), si dokter pun dengan tampang yang meyakinkan menatap mata saya dengan ramahnya, dan menjabarkan dengan gamblangnya.

Intinya adalah… tanya dokter.

Datengin langsung tempat prakteknya.

#Jiaahhh…. Ga cihuyy# 

Kamu kecewa? 

Sama! 

Saya juga.

Jadi begini yaa, menurut si dokter Fahri… kalo ingus kamu maseh berwarna putih bening, itu sudah paste bahwa flu yang kamu derita disebabkan oleh virus, so ga perlu obat dunk…:) Tapi kalo ingus kamu yang meler-meler menjijikkan itu berwarna kuning, hejoo ato abu-abu ga jelas getoo… bisa jadi itu sudah terinfeksi bakteri. Yang bikin rancu adalah… bisa saja perubahan warna dari bening jadi kuning ato hejoo bukan karena terinfeksi bakteri, tetapi karena sistem kekebalan tubuh kita sedang bekerja memerangi si virus. Nahh, kann binun…

Yeeaahhh… itulahh kira-kira hasil temu kangen saya dengan si dokter. Dan seperti biasa… saya pun di beri cendramata bgitu banyaknya yang bisa di ambil di apotek mana saja, hiks.

( Adeika, 010211 )

 

Ketika ‘Dy’ Datang… Sialan!!! (Part 1)

Posted in Uncategorized with tags , , , , on Januari 24, 2011 by Perempuan bodoh


“Haitzciee…” *bersin-bersin* (Dohh gemana sehh nulis suara bersin *binun*)

Yups, anomali cuaca akhir-akhir ini akhirnya mempertemukan saya, si perempuan bodoh pada satu sosok yang paling-paling-paling saya tidak ingin temui. Bukan hanya karena saya sama sekali tidak mencintainya, tidak menginginkan dy ada… Saya bahkan membencinya.  Sangat!!! Hihhh… *sebel gila*
Tapi ada masanya dimana kita tidak bisa menolak sesuatu yang sudah terlanjur hadir. Apalagi jika sosok itu begitu memaksa ingin hadir,  menemui, bahkan menemani kita.

Akhirnya, dengan berat hati saya mengijinkannya singgah.

Tapi saya kaseh taw yaa, bener kata orang-orang tua jaman dulu, bahwasanya kita ga boleh ngaseh kesempatan sembarangan, karena bisa jadi mereka semakin gataw diri. Dan itu pulalah yang terjadi sodara-sodara… Dengan kurang ajarnya ‘dy’ berani menyatakan cinta. Dan selayaknya orang jatuh cinta, ‘dy’ pun memberikan banyak kejutan. Saya pun mulai bersin-bersin, mata merah, kepala pusing, mual, belom lagi d tambah hidung meler yang ujung-ujungnya membuat saya teler, hiks… *sedih*

Oya, kalo malam datang… alih-alih batuk, saya pun menggonggong ga keru-keruan layaknya srigala bulan purnama. Bener-bener mengerikan… *merinding guling-guling*

Yeahhh… kamu bener buanget, ‘dy’ yang begitu bernafsunya menginginkan saya d musin hujan ga jelas ini, apalagi kalo bukan si Influenza sialan.

Tiga hari tiga malam saya d dera demam. Padahal teorinya sederhana, flu bisa sembuh dengan sendirinya. Kata artikel yang saya baca, flu malah bisa sembuh dengan hanya berkumur-kumur ria dengan air garam. Kata dokter saya yang terdahulu juga sederhana… dy bilang, “Flu biasa itu mudah. Banyak makan buah, makan sayur, trus istirahat. Dua hari juga sembuh” itu katanya.

Hellooo… truz knapa saya bisa sampe demam tiga hari tiga malam?

Alih-alih mo mengajukan perceraian dengan si virus satu ini, saya pun lari dari kenyataan menemui satu sosok berjubah putih di RS Harum. Cuma dengan pegang-pengang, pencet-pencet, longok-longok lidah, dy bisa menuliskan resep yang luar bisa banyaknya. (Sebenernya saya sakit apa? Flu? ato sakit jiwa? *mikir*)

Baiklahh, saya pasrah kalo menu tambahan saya adalah butir-butir warna-warni yang katanya bernama obat, dan jujurnya… saya beneran ga menginginkan ada cerita part-2 untuk tulisan yang satu ini.

( Adeika, 240111 )

Horree dehh pokoxnya

Posted in Uncategorized with tags , , on Desember 28, 2010 by Perempuan bodoh

“Kalo lulus, artinya keajaiban itu ada.

Kalo ga lulus, artinya musibah itu nyata.”

(Berlian Juveny)

 

Lima minggu lewat sudah dari saat saya ujian WMI. Itu lho, ujian kompetensi yang diadain oleh Panitia standar profesi pasar modal. “Hihh. itu kan gampang?” Okey, bwat kamu yang emang ga punya keterbatasan otak sehh enak bisa ngomonk bgeto. Tapi bwat perempuan bodoh kex saya, ujian itu cukup mnguras energi, keringat dan airmata, termasuk juga waktu dan isi saku, hiks:(

Kenapa bgichuu?

Yeahh, Gimana ngga?!  Ujiannya itu menyatukan tujuh mata kuliah, kex Ethics, Professional Standards and Regulations, Financial Statements Analysis, Economics, Quantitative Analysis,  Fixed-Income Analysis, Equity Analysis, Portfolio Management yang di bonsai jadi 100 soal yang kudu kelar dalam 120 menit. Udahh tersiksa, bayar pula, whueexs… *muntah darah*

“120 menit? 2 jam maksud lo? Anjritt, lama buangett”

“Well, kalo kamu nungguin saya, jangankan 2 jam, 1 menit juga pastenya terasa lama” *menjawab sewot*

Sabarr, sabarr… *elus dada*. Tapi fyi yaa, kemarinnya akhirnya surat cinta itu datang juga. Mao taw apa katanya? Hohoho… saya lulus sodara-sodara. Lulus. Lu-lus. L-u-l-u-s. (takjub sendiri).

Sumpah, kalo jadinya ga kliatan makin bodoh,  rasanya saya mao loncat-loncat diatas meja, truz tereak-tereak sekalian guling-guling, dilanjutin lari-lari sepanjang Sudirman sambil ngibarin tuhh nilai keramat pake tangan kanan.  Seluruh dunia harus taw bukan, kalo ternyata perempuan bodoh bisa pinter juga, halahhh… Tapi rasanya mereka bakal makin yakin kalo saya gila dehh. Akhirnya saya cuma mampu ciumin smua temen-temen yang ada di depan mata. (Walo setelahh itu saya sadar kalo itu juga anehh. Harusnya kan saya yang dapet cium yaa, bukan yang mencium?! Dasar bodoh, bodoh *mengucap lirih*).

Tapi serius, saat itu… kalo saya petasan, pastee saya udahh meledak saking gembiranya.  Sandainya kamu bisa merasa.


( Adeika, 271210 )

Kerennya Onrop

Posted in Puisi with tags , , on November 22, 2010 by Perempuan bodoh

Tanggal 13-21 November 2010 kemaren Teater Jakarta-TIM menggelar Onrop Musical, yang audisi pemainnya udahh di saring-saring mulai bulan may lalu. Hayoo-hayooo… Ada yang sempet nonton kahh? (Hmm… Berani tarohan, kalo ada si sosok maya, dy pastee lonjak-lonjak kegirangan dan duduk di barisan depan). Lho?! Emang dy kmana? Lho, emangnya saya belom cerita yaa… dy kan masehh di Cina *sungutsungut*

Bukan cuma kamu yang kangen, saya juga. (Apa sehh…)


Udahh ahhh, balik lagi ke Onrop!

Jadi… ‘Onrop’ yang kalo iseng-iseng dibalik jadi ‘Porno’ itu ternyata punya lirik-lirik ajaib yang sumpahh bikin perempuan bodoh kex saya pun terpesona. Sorry, mungkin mengecewakan kamu, tapi dsini saya sama sekali ga bermaksud nyeritain gimana dasyatnya pertunjukan si onrop itu, tapi saya cuma mao berbagi kekaguman akan lirik-liriknya yang di kerjain sama  saya Joko Anwar.

Berikut salah satu lagunya yang berjudul “Kalo ngga ada kamu, Unyuu..” (Huhuhu… sukaaa….)

Paris ada menara Eiffel
Stasiun Gambir banyak hijaunya
Di rumah bisa makan waffle
Kalau nggak ada kamu apa gunanya
Apa gunanyaaa…

Menara Pisa di Florence
Istana Bogor banyak rusanya
Di rumah bebas ngedens
Nggak ada kamu apalah gunanya
Hey Baby… Tanpa kamu
Mentega cuma berasa kayak margarine
Tanpa kamu
Jus yang mahal berasa kayak urine
Kayak uriiiine…

Sayang, kau lah kembang api di malam lebaran
Sayang, kau lah pohon pinang tujuh belasan
Sayang, aku dan kamu saling melengkapi
Sayang, ke manapun kamu pergi pasti aku ikuti

Main gitar tapi diborgol
Kalo ditiup nggak ada suaranya
Beli berlian harga bandrol
Kalau nggak ada kamu apalah gunanya

Kangguru nggak boleh lompat
Anaknya nangis basah di kantungnya
Banyak hadiah nggak bersyarat
Kalo nggak ada kamu apa gunanya

Tanpa kamu…
Bakat pun terasa kayak cacat

Tanpa kamu…
Hidup di dunia terasa sepat

Oh Baby, sayang kau lah kipas angin waktu kemarau
Sayang, kau lah pemberi semangat waktu parau
Sayang, aku dan kamu saling melengkapi
Sayang, ke manapun kamu pergi pasti aku ikuti

Pasti kuikuti…
Pasti kuikuti…
Pasti kuikuti…
Pasti kuikuuutiiiiiii….

Maseh ada lagi nehh… Katanya, “Kenapa Harus Drama?”

Tak kuat lagi aku untuk lanjut mengayuh
Sendiri tanpamu semangat tak lagi tebal
Tapi karena penonton duduk terlalu jauh
Ekpresiku tak terlihat sehingga harus verbal

Sedih…
Bintang-bintang tak seindah kamu

Sedih…
Kapan aku senang dalam lagu

Tolong hentikan waktu Matikan semua lampu
Jantung pun tak guna berdegub tanpa dirimu
Andaikan saja mungkin aku membalik waktu
kuhabiskan hari-hari tuk menatap wajahmu

Sedih…
Bintang-bintang tak seindah kamu

Sedih…
Kapan aku senang dalam lagu

Mengapa hidup harus penuh drama
Bukan kah genre lain bisa lebih menghibur
Mengapa semua cerita harus sama
Harus ada konflik yang baik tercebur
Yang baik tercebur…


Dan yang paling saya suka…. “Bram Baby, One Kiss Please…” (haiyaahhh…)

Dua tahun, cuma senyummu..
Hanya dari itu ku tahu kau sayang..
Janganlah kalau dicium,
Pegang tangan saja ku pasti… melayang..

Bram Baby… tunjukkan kenapa
Kadang kupikir kau terbuat dari baja
Dingin beku tak punya rasa

Bram baby… sekali ini saja
Biar mandiri kadang kuingin manja
Cuma satu yang kutahu persis..

Bram baby.. one kiss please..

Dua tahun kuberkaca
aku cantik tapi kau dingin kenapa?
Datang pergi..Kayak ninja
Diam bergeming kayak lagi bertapa..

Bram baby… peganglah pipiku
Di-peeling biar halus.. demi dirimu
Pake masker biar cerah.. hanya untukmu

Bram darling.. tataplah mataku
Meskipun tak biru tapi berkedip untukmu
Meski ku sayu tapi satu kutahu

Bram baby… one kiss please

Kecup dong yang.. sekali saja

 

Walo di tulis agak komedi, tapi dalem buangett yaa liriknya?

Yang setuju boleh angkat jari, ga ga setuju boleh angkat kaki… (Yang narsiz pun angkat diri, wakkks… ga pentinkkk…)

dan sayapun mulai ngayal sendiri…

 

( Adeika, 221110 )

Sepatu… ohh sepatu…

Posted in Uncategorized with tags , , , on November 1, 2010 by Perempuan bodoh

Tanggal muda nehh, udahh pada gajian semua??? Yuk-yuk-yuks traktir saya (Lho?!). Hushh… jangan melotot getoo pagi-pagi, sereemmm tauukk, Hiiii… *tutup mata*

Ngomongin tentang gaji, seperti yang di jabarin Ligwina Hananto tentang ‘the financial planner’, pastee kamu-kamu juga udah akrab sama yang namanya ‘magical shopping account’, dimana kita harus pisahin tuhh antara anggaran rutin bulanan dengan anggaran khusus senang-senang (belanja misalnya). Jadi maksudnya, memang ada dehh yang namanya  jatah khusus untuk pemuasan nafsu yang satu itu tanpa perlu ngajak berantem jatah-jatah yang lain. Jujurlah, perempuan mana sehh yang ga suka belanja? EHmm… kalo kamu hidup dijaman Adam and Eve alih-alih Siti Hawa, mungkin aza sehh, secara kexnya jaman itu belom ada mal yang ngejual Charles & Keith, halahhh… teteup.

Baiklah, balik lagi ke magical shopping account, rasanya seru juga kalo kalee ini yang kita puaskan adalah hasrat kita (ato saya ya?) dalam membeli sepatu, secara… buat kamu-kamu yang pada belom taw, saya memang paling seneng beli sepatu, selain tas yang alih-alih buat matchingin tuhh sepatu. Bisikan kecil itu selalu bilang, “kalo kakimu sakit, kamu gakan mampu meraih bintang, sayank…” Jadi, dalam memilih sepatu memang ga bisa sembarangan kalee, dan sudah selayaknya sepatu merupakan barang yang istimewa. Akuilah, dalam kondisi normal, sepatu pula yang akan mengantar kita ke tempat-tempat terindah yang ingin kita kunjungi, bukan?

So… hari ini… gimana kalo kita bahas tips memilih sepatu yang keren enak di pakai. Setuju? Setuju? Setujuuuu? 

Seepp, tanpa membiarkan kamu berfikir…  Ayoo siapkan pulpen dan catatan kalian *maksa*

Mulai yaa…

  1. Sedikitnya paling ngga kita wajib punya 5 sepatu yang berbeda fungsi, yaitu sepatu pesta, sepatu olahraga, sepatu formal ngantor, sepatu santai dan sepatu gaul, karena ga mungkin kan kita pergi ke pesta dengan sepatu jogging ato nge-gym pake hak tinggi (hihi… ngebayanginnya aza lucu :p)
  2. Biasain beli sepatu karena sepatunya memang nyaman di pakai dan sesuai dengan bentuk kaki, bukan semata-mata karena diskon dan harganya murah (maonya sehh murah trus maseh di tambah diskon dan nyaman pula, haha…) => Jiaaahhhh… itu sehhh semua juga taw.
  3. Jangan beli sepatu di pagi hari. Kenapa? Karena si mba’-mba’ yang ngelayanin maseh terlalu bersemangat, jadi seringnya semua di bilang bagus, padahal belom tentu. Selain itu… pada pagi hari, kondisi kaki biasanya lebih ciut di banding siang hari. Ibarat bunga blom mekar sempurna, jadi plizz dehh… jangan di petik dulu.
  4. Kalo beli sepatu yang ada hak-nya, posisi hak harus berada tepat dibawah tumit dan kelengkungan sepatu harus sesuai dengan kelengkungan telapak kaki. Kenapa?  Hmm… saya kaseh taw yaa… posisi hak yang pas, itu bisa mengurangi resiko kepeleset saat berjalan dan kelengkungan yang sempurna membuat kakimu tidak mudah keseleo, siztaa.

Satu lagi, ini yang paling saya suka… saat beli sepatu, biasain mencoba sepatunya dan berjalanlah. Sepatu yang pas akan terasa nyaman saat pertama mencobanya. Saya biasanya pilih-pilih sepatu yang lain dengan memakai sepatu yang ingin saya beli. Si mbak-mbak-nya gakan bisa protes, walo lumayan lama juga saya muterin toko. Paling dy bete-bete dikiitt… hihi… :p Ehh, tapi saran saya, itu tetep wajib di lakuin, karena dengan begitu kamu bakal bener-bener yakin bahwa sepatu yang mao di beli itu nyaman di pake.

Hmm… kalo ga salah hari ini ada diskon bukan untuk Clarks? Yuukks ksana…

( Adeika, 011110 )

Yuks ke Tidung (Part 2)

Posted in Jalan-Jalan with tags , , , on Agustus 12, 2010 by Perempuan bodoh

Pagi-pagi abis subuh, “Banguunn-banguuunnn…” *di gedor penghuni kamar sebelah*

Ehh, hari ini jadwal kita snorkeling bukan? Yiipiiiiieeee… Gausahh mandi ahhh, kan ntar juga basah. Yang penting sikat gigi, yaangga? yaangga? *Basuh-basuh, kumur-kumur, sikat-sikat* Ngelirik meja makan… Dasyaatttt… Sarapan kami hari ini : Nasi Uduk, Telur Rebus Bumbu Kuning, Orek-Orek Tempe, Kerupuk Udang, Buah: Jeruk *Cium-cium si orange*

7.00am – 1.15pm : Keliling-keliling, Snorkeling sampe keling

Kembali pagi ini Bonte menjemput kami. Tujuannya jelas… tambatan perahu. Lho?! Sabar sayang, saya blom selesai bicaranya. Jadi snorkelingnya itu kami lakukan di tetangganya Pulau Tidung, yaitu Tidung Utara dan Pulau Payung, dan perjalanan menuju kesana tetap harus dilakukan dengan perahu bukan? (Secara dari kami gada yang sanggup mengarungi lautan dengan berenang, alih-alih lagunya kan jelas, “Nenek moyangku sorang pelaut…” –bukan perenang– hahha, pisss… )

Oya, buat kamu yang sama sekali ga bisa berenang, tenang aza… gausahh kecil hati. Tnyata jaket pelampungnya berfungsi dengan baik:) selain sebenernya snorkeling juga ga butuh-butuh amat bisa berenang kalee. Yang paling penting adalah kamu bisa bernafas dari mulut dan jangan sampe kacamatamu (ato kacamuka yaa?!) kemasukan air laut. Knp begitu? Haiyaahhh… masa maseh ditanya juga sehh cyiiiinnn… *tepuk jidat*.  Pertama, kalo kamu tetep nekad bernafas lewat hidung ato mengkombinasikan antara mulut dan hidung, otomatis kacamukamu jadi berembun sayang, dan udahh pastee kamu bakalan susah melihat dengan jelas betapa biota laut di bawahh itu luar biasa kerennya. Kamu bisa takjub ampun-ampun dehh kalo taw betapa ikan-ikan itu ternyata punya sisi centilnya sendiri. Sadar diri kalo dirinya cantik, Mereka dengan sengajanya melenggak-lenggok diantara terumbu-terumbu karang dan tumbuhan-tumbuhan laut yang bentuknya lucu-lucu kex mainan. Sayang kamera saya blom temenan sama air laut, jadi ga bisa potret-potret, hiks *sedih*.

Trus bener-bener pastiin kacamukamu kedap air, karena sumpahh… setetes aza air laut menjamah matamu, itu periihhh gila cinta. Catatan penting buat kamu yang mungkin blom pernah snorkeling dan niat nyobain, selain krim-krim penghalaw sinar UV yang pastenya kamu lebih taw dari saya, cobalah pake pakaian yang tertutup. Okeyy, mungkin kamu punya body keren yang mubajir kalo ga di pamerin, ato mungkin kamu seperti saya yang alih-alih mao menggelapkan kulit… tapi ayolahhh…sekali lagi percaya pada saya. –Pakai pakaian tertutup–. Catett!!! Tertutup🙂

Gausahh tanya kenapa, biarkan saya kaseh taw yaa… 🙂

Yang namanya dapet ciuman, apalagi kalo yang nyium itu si ganteng Christian Sugiono… ehh jangan dink, jangan CS analoginya, secara dy ada pemiliknya… Nicholas Saputra aza yaa, yaa…:) Nahh, kalo dcium sama yang satu ini saya pastee gakan nolak, (Iy, tapi NS-nya langsung pingsan) *tabok yang komentarin* Tapi sodara-sodara sebangsa setanah air… perlu anda-anda ketahui dengan pastee, bahwa dcium ubur-ubur -sumpah- sama sekali gada cihuy-cihuyy-nya *gaya baca teks proklamasi*

Ubur-ubur? Yess, darleenkkk… Ubur-ubur.  Jellyfish, kalo masehh ga jelas apa itu ubur-ubur. Jangan ngebayangin ubur-ubur sebesar Paul gurita lahh… Yang saya maksud dsini yang maseh sangat bayi koq.

Anak-anak memang lucu, tapi -serius- anak ubur-ubur gada lucu-lucunya. Mereka akan senang sekali menciumi kaki ato tanganmu yang telanjang menantang. Mao dijabarin gimana rasanya? Hhmm… itu mirip-mirip kex kamu di gigit serangga. Gatel-gatel dikit, merah-merah dikit, bentol-bentol dikit, yahhh… ngedumel-ngedumel dikit  lahh:) Menurut si Bonte, bulan-bulan agustus memang banyak bayi ubur-ubur, tapi ga bahaya koq. Namanya anak-anak kan emang suka bcanda bukan?

1.30pm – 2.00pm : Panic Time

Gimana ga panik, secara dalam schedule-nya hari ini kami di jadwalkan meninggalkan pulaw keren ini dengan penyebrangan jam 2.00 siank. Anjrittt… sekarang udah jam 1.30 bukan? Jam yang sama-sama kita pake ga ngaco secara masal bukan? *melongo*. Hadoohhhh, maseh harus naek perahu pula untuk balik ke Tidunk Besar. Belom mandi, belom packing, belom keramas, belom kaseh vitamin rambut, vitamin muka, vitamin kulit. Naga-naga di perut saya ini juga cuma di tidurin sebentar pakai semangkuk indomie rebus rasa kari ayam yang sumpah gada ayamnya, ‘tapi maseh untung ada telornya’, secara tnyata naga juga bisa kelaparan sehabis snorkeling. Tolooonnkkkk… jangan biarkan mereka terbangun di saat-saat seperti ini *berdo’a*

Alhasil, jadilah setengah jam itu kami isi dengan gedubrukan rebutan kekamar mandi. Catatannya jelas: Cuma boleh ganti baju dan pipis, Duhhh!!!


2.00pm – 5.15pm : Mareee Tiduuurrrr…

Puji Syukur Alhamdulillah, akhirnya tenk jam 2.00 kami sudah berjajar di pelabuhan. Kapal kami merupakan penyebrangan terakhir karena yang lainnya sudah berlayar dari jam 1.00 siang. Hal pertama yang saya lakukan saat memasuki kapal adalah… cari posisi tidur (lagi?!). Yes, tentuu saja. Jadi… mareee tiduuurrr…

Saya sudah hampir satu jam memejamkan mata, tapi koq ada yang anehh yaa…

Heyyaalahhhh… ternyata kapal ini sama sekali blom bergerak *lirik-lirik jam* Ada yang salahkah? 2.45pm, dan kapal ini maseh disini *melongo bego*.

Tiba-tiba terdengar riuhh suara sorak dari para penumpang kapal. Jiaahhh… ternyata keterlambatan ini di karenakan ada serombongan orang yang baru datang. Dimata saya terlihat dengan jelas betapa muka mereka penuh dengan topeng warna-warni alih-alih namanya make up. Keterlaluan. Saya dan rombongan saya saja bela-belain ngga mandi secara takut tertinggal penyebrangan, ehh nie orang malah dandan kex mo ke pesta. Bener-bener penghinaan terhadap kondisi tubuh saya. Hihhh… *pasang muka jelek*

Lepas dari keterlambatan pulang, Tidung sangat menyenangkan temans. Dan kamu taw saya menghabiskan dana berapa untuk wisata kali ini? 300 reboo saja🙂 “Serius?” Yups!!! *kedip-kedip genit* Itu udahh semua-nya lho *bangga* Murahh kan? Hoho… gausahh pasang muka irian jayaa getoo lahhh, next kalo saya ajak jalan-jalan makanya ikyuuuttt dooonnnkkk…:)

( Adeika, 120810 )


 

Yuks ke Tidung (Part 1)

Posted in Jalan-Jalan with tags , , , on Agustus 10, 2010 by Perempuan bodoh

Ha-haayyyy… *cipika-cipiki* Ada yang berbeda dari saya? Baiklahh, saya mao jujur mengakui kalo kemarennya selama dua hari saya plesir ke Tidung, itu sebab saya terlihat agak tanned *Bangga*. Apa? Kamu gataw Tidung dimana? OMG, serius kamu gataw? *Geleng-geleng kepala* Baiklah, saya jelaskan yaa… Tidung itu termasuk dalam jajaran kawasan kepulauan seribu di Jakarta, yang terbagi menjadi dua, yaitu Tidung Besar dan Tidung Kecil. Kalo kamu ngajak taruhan dan bilang bahwa laut di Tidung itu sama kotornya dengan laut Ancol ato laut Angke… Ahaaa… ayo bayar taruhanmu ke saya, karena kamu sudah kalah-lahh. Kamu kalah telak sayang:)

Sebenernya awalnya perjalanan ini direncanakan oleh Perempuan Bodoh dan Si Sosok Maya, tapi seperti biasa, sosok maya tetap saja maya bukan:) Jadilah akhirnya saya mengajak teman-teman saya dari komunitas yang lain untuk memuaskan hasrat terpendam  jalan-jalan saya. Masuklah dalam daftar Perempuan bodoh nama-nama personil kali ini, yaitu : Mas Tito, Bang Arfi, Denny, Imanuel, Mia, Dessy, Patrice, Vonny, Febby, Tika dan saya tentunya🙂

6.00am : Meeting Point @Pom bensin Muara Angke.

Yang belum sarapan, pilihan satu-satunya cuma mini market pom bensin yang sumpaaahhh mini buanget, tapi lumayan lahh, masehh jual roti-rotian, cemil-cemilann, minum-minuman, dan yang paling penting juga jual kopi-kopian (Eiitts, tapi mereka gamao di bayar pake uang-uangan *serius*). Jadilahh kami sarapan dsitu-tu, ngejongkrok di depan mini market sambil nungguin jatah tiket kapal kami, penyebrangan Angke-Tidung.

 

7.30am – 10.00am : Perjalanan ke Pulau Tidung.

Perjalanannya lumayan lama, jadi bwat kamu yang hobby mabok, ayolahh persiapkan diri kalian. Sarapan yang cukup, Minum Antimo kalo perlu. Bawa kantong kresex, siap-siap kalo tnyata akhirnya kamu tetep musti nembak. Alhamdulillah sehh, personil kami sehat walafiat smua (gimana ngga, lha wong smuanya pelor = nempel langsung molor) “Jiaahhh… kirain”

Husshhh, sbenernya kami tidak berniat menikmati perjalanan ini dengan tidur, walo tidur memang enak apalagi kalo ada yang nemenin tetapi tolong salahkan ingatan teman-teman saya yang lupa memasukkan kartu UNO ke dalam daftar barang-barang yang seharusnya kami bawa. So…  jadilah tidur merupakan pilihan yang paling pas bukan? Yuk-Yuk-Yuks tidurrr… 2.5jam lagi baru sampe koq dear, sabaarrrr…

10.00am – 5.30pm : Hari Pertama, Menikmati Tidung Kecil

Sampai di Pulau Tidung, kami langsung di sambut oleh makanan yang terhidang di atas meja. “Hooorrreeeyyyy… makannn…” *rebutan piring* Fyi, penginapan di Pulau Tidung adalah homestay pada rumah-rumah penduduk sekitar, tapi jangan kwatir, kondisinya maseh manusiawi koq. Yang paling penting kan… bersih, makanan enak, air dan kamar mandi ok, yaangga? yaangga?

Setelah suksez menenangkan naga-naga yang bercokol di perut saya, iseng-iseng saya ngelongok ke halaman rumah, ehh ternyata pemandu kami yang ternyata bernama Bonte (tetapi selalu saya panggil Bento), sudah menyiapkan sepeda warna-warni untuk kami pakai berkeliling pulau. Sumpah, pulaunya indah.

Itu foto kami saat melintasi jembatan cinta (jembatan yang menghubungkan Tidung Besar dan Tidung kecil). Jembatannya lumayan panjang, tapi gausah kwatir, anggota tubuh kita yang bernama kaki itu pastee juga akan menikmati wisata laut ini terutama saat temennya yang bernama mata mulai terpesona melihat air dibawahnya. Sumpahh… jernih gila dear *berdecak kagum, ck-ck-ck…*

Selain itu disalah satu ujung jembatan cinta, ada satu jembatan lengkung yang tinggi-tinggi sekali, dimana tujuannya di khususkan buat kamu-kamu yang suka tantangan dan memacu andrenalin, sehingga kamu bisa uji nyali dengan loncat dari atas jembatan, trus langsung nyebur kelaut. Byuuurrr…. basahh dehhh🙂 Foto dalam posisi loncat tersebut paste kereeennn buangett. Foto yang sangat saya ingin bisa memilikinya, hiks *kucek mata* Hebat dehh, tepuk takjub buat orang-orang yang berani melakukannya, secara saya -walowpun- di bayar sejuta juga ogahh (iy, maonya sepuluh juta. Jiahhh… itu mahh gw juga mao) Hehe… bukan-bukan, bukan begitu. Bukan karena uang koq, walo saya memang selalu menginginkannya, halahhh… tapi ini lebih kearah… *bisik-bisik* saya ga bisa berenang. Hmmm… sebenernya bukan ga bisa, yang tepat adalah… saya baru bisa satu gaya. Gaya dada. Jadi kalo saya loncat dan nyebur laut, kemungkinannya hanya gaya itu yang bisa saya lakukan, “Da-da…” *blebeg-blebeg… tenggelam*

Pulau Tidung juga terkenal dengan pasir putihnya, itu sebab si mas Tito pasrah-pasrah aza saat kami menguburnya hidup-hidup dengan hanya menyisakan kepalanya. Alih-alih maskeran gratis katanya:) Nahh, kalo kamu mao lihat sunset dengan anggunnya, jangan kesorean… dari Tidung Kecil, kamu harus kembali ke Tidung Besar, karena matahari orange itu lebih keliatan sempurna tenggelamnya dari Tidung Besar, serius saya:)

05.30pm – 11.00pm : Makan & makan & makan & m-a-k-a-n

Setelah mandi sore, lagi-lagi… traraa… makanan sudahh tersaji hangat diatas meja. Sekarang menunya: Nasi, Ayam Kecap, Teri Pedas, Tumis Buncis, Emping, Buah: pisang. Makanannya enak, *Kunyah-kunyah* . Tadi siang menu kami: Nasi, Ikan (gataw namanya) yang di masak bumbu, Tahu Bacem, Sayur Asem, Kerupuk Udang, Buah: Melon.

Sambil leyeh-leyeh, tiba-tiba si Bento (ato Bonte?!), sudahh menjemput kami untuk maen bakar-bakaran (BBQ maksudnya). Puas dehh kami rebutan ikan, sampe-sampe saya berani jamin bahwasanya kucing pastee mnangis melihat tulang belulang yang bersih-sih tanpa sisa. Betapa kejamnya pembantaian yang kami lakukan🙂

Oooaaaahhhhhh… Saya ngantukk buanget *menguap lebar* Heyy, gausahh tutup idung getooo dunk, kan saya udahh sikat gigi kalee… Kalo ga percaya, ayoo cium:) –Kabuuuurrrrr–

Hari ke-2 acara kami adalah snorkeling. Tapi ceritanya nanti yaa… sambung di postingan Yuks ke Tidung (Part 2).

Tolong bangunin saya pagi-pagi yaa… *terlelap, Zzzzz…*

( Adeika, 100810 )