Arsip untuk Bakteri

Ketika ‘Dy’ datang… Sialan !!! (Part 2)

Posted in Uncategorized with tags , , , , on Februari 1, 2011 by Perempuan bodoh

Akhirnya awal bulan. Yeahh, pantesan tagihan-tagihan mulai menari-nari di hadapan. Tenang-tenang, smua kebagian… ntar saya bayar, kan udahh gajian, halahh… apa sehh, koq jadi ngelantur ke gaji 🙂 *pura-pura amnesia*

Meneruskan cerita tentang keseriusan si virus flu yang berhasil memperkosa kemerdekaan dan kebahagiaan saya belakangan ini, akhirnya sabtu kemarin saya ke dokter (lagi? Yups!). Panjang lebar saya interogasi tuhh dokter yang ternyata bernama Fahri. Saya protes dunk, masa cuma flu doang getoo sampe seminggu blom pulih-pulih. Emangnya segitu susahnya ngurus perceraian sama si Flu sialan ini?!  *semangat membabi buta* (kasian yaa si babi, lho?!)

Dengan sabar dan mata berbinar-binar suabaarr, akhirnya si dokterpun buka suara. Dan tulisan ngalur ngidul ga jelas ini adalah hasil dari tangkapan saya atas penjelasan si dokter itu.

Mulai yaa… Ayoo-ayoo serius…

Pada jaman dahulu kala… Ups, salah… Maaff  *kedip-kedip mesra tanpa dosa*

Pada dasarnya flu itu tidak perlu di obati karena dalam beberapa hari juga akan sembuh sendiri, alih-alih sampe saat ini ‘ternyata’ belum ada satu obatpun yang mampu mematikan virus penyebab flu. Coba aza cex label indikasi obat-obatan yang di jual di warung-warung pinggir jalan, apotik dan swalayan, disitu tulisannya jelas, “Untuk meringankan gejala flu, seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat dan bersin-bersin…  bla-bla-bla…”

Catet yaa… ‘Meringankan’  bukan  ‘Menyembuhkan’

Jadi, kalo kamu-kamu-kamu dan juga kamuuuu yang di ujung sana bisa sembuh setelah minum obat flu, itu bukan karena obatnya yang manjur, tetapi karena daya tahan tubuh kamu sendiri yang berhasil memerangi virus tersebut. Ingat, obat-obatannya hanya meringankan. Itu sebab saat flu banyak dokter menyarankan untuk banyak makan sayur dan buah juga istirahat yang cukup. Kenapa? Karena dengan begitu, kita dapat memberikan kesempatan pada tubuh kita untuk memerangi si virus dengan maksimal juga membantu si tubuh untuk memperbaiki sel-sel yang rusak akibat serangan si virus sialan.

“Perlu antibiotik ngga, dok?”

Itu pertanyaan lanjutan saya…

Dan kamu taw apa komentar si dokter? #Gataw lahh… kan lo belom cerita#   Hehe… iy, lupa.

Wokehh, saya kaseh taw…

Begini yaa, kalo kamu flu akibat virus, kamu sama sekali  tidak membutuhkan antibiotik. Kenapa? Karena sejauh ini virus tidak mati oleh antibiotik.  -tuink-tuink- (Nah lho?!)

Tetapi… antibiotik di perlukan jika   flu sudah bukan hanya disebabkan oleh virus, melainkan si virus berikut pasukan mau taw-nya yaitu si kuman dan si bakteri, Hiiii….

Hmm… bukan berarti tubuh kita tidak bisa ato tidak memiliki kemampuan untuk membunuh bakteri, tetapi pada satu masa di mana jumlah bakteri melebihi kemampuan sel pertahanan tubuh untuk memeranginya, maka akan timbul yang namanya infeksi. Saat itulah kita membutuhkan antibiotik guna penyembuhan yang lebih cepat dan optimal. Makanya selalu ada wanti-wanti dari si dokter bahwa antibiotik harus dihabiskan, walo semisal penyakitnya udah sembuh. Kenapa?  Karena kalo tidak di habiskan, kwatirnya si kuman dan si bakteri tadi hanya mati suri alih-alih belum mati beneran. Dan ini lebih bahaya, karena si kuman dan si bakteri bisa bangkit dari kubur muncul dan menyerang lagi dengan power yang jauh lebih kuat dan lebih ganas dari sebelumnya. 

Jadilah mengkonsumsi antibiotik yang sama tidak mempan lagi.  Antibiotik pun naik kelas, dimana dosisnya tentu lebih keras.

“Truz, gimana cara bedain flu karena virus ato karena virus berbakteri?”

Saat saya melontarkan pertanyaan itu dengan tampang yang sengaja di polos-polosin (walo sumpah, aslinya emang polos), si dokter pun dengan tampang yang meyakinkan menatap mata saya dengan ramahnya, dan menjabarkan dengan gamblangnya.

Intinya adalah… tanya dokter.

Datengin langsung tempat prakteknya.

#Jiaahhh…. Ga cihuyy# 

Kamu kecewa? 

Sama! 

Saya juga.

Jadi begini yaa, menurut si dokter Fahri… kalo ingus kamu maseh berwarna putih bening, itu sudah paste bahwa flu yang kamu derita disebabkan oleh virus, so ga perlu obat dunk…:) Tapi kalo ingus kamu yang meler-meler menjijikkan itu berwarna kuning, hejoo ato abu-abu ga jelas getoo… bisa jadi itu sudah terinfeksi bakteri. Yang bikin rancu adalah… bisa saja perubahan warna dari bening jadi kuning ato hejoo bukan karena terinfeksi bakteri, tetapi karena sistem kekebalan tubuh kita sedang bekerja memerangi si virus. Nahh, kann binun…

Yeeaahhh… itulahh kira-kira hasil temu kangen saya dengan si dokter. Dan seperti biasa… saya pun di beri cendramata bgitu banyaknya yang bisa di ambil di apotek mana saja, hiks.

( Adeika, 010211 )

 

Iklan

Ketika ‘Dy’ Datang… Sialan!!! (Part 1)

Posted in Uncategorized with tags , , , , on Januari 24, 2011 by Perempuan bodoh


“Haitzciee…” *bersin-bersin* (Dohh gemana sehh nulis suara bersin *binun*)

Yups, anomali cuaca akhir-akhir ini akhirnya mempertemukan saya, si perempuan bodoh pada satu sosok yang paling-paling-paling saya tidak ingin temui. Bukan hanya karena saya sama sekali tidak mencintainya, tidak menginginkan dy ada… Saya bahkan membencinya.  Sangat!!! Hihhh… *sebel gila*
Tapi ada masanya dimana kita tidak bisa menolak sesuatu yang sudah terlanjur hadir. Apalagi jika sosok itu begitu memaksa ingin hadir,  menemui, bahkan menemani kita.

Akhirnya, dengan berat hati saya mengijinkannya singgah.

Tapi saya kaseh taw yaa, bener kata orang-orang tua jaman dulu, bahwasanya kita ga boleh ngaseh kesempatan sembarangan, karena bisa jadi mereka semakin gataw diri. Dan itu pulalah yang terjadi sodara-sodara… Dengan kurang ajarnya ‘dy’ berani menyatakan cinta. Dan selayaknya orang jatuh cinta, ‘dy’ pun memberikan banyak kejutan. Saya pun mulai bersin-bersin, mata merah, kepala pusing, mual, belom lagi d tambah hidung meler yang ujung-ujungnya membuat saya teler, hiks… *sedih*

Oya, kalo malam datang… alih-alih batuk, saya pun menggonggong ga keru-keruan layaknya srigala bulan purnama. Bener-bener mengerikan… *merinding guling-guling*

Yeahhh… kamu bener buanget, ‘dy’ yang begitu bernafsunya menginginkan saya d musin hujan ga jelas ini, apalagi kalo bukan si Influenza sialan.

Tiga hari tiga malam saya d dera demam. Padahal teorinya sederhana, flu bisa sembuh dengan sendirinya. Kata artikel yang saya baca, flu malah bisa sembuh dengan hanya berkumur-kumur ria dengan air garam. Kata dokter saya yang terdahulu juga sederhana… dy bilang, “Flu biasa itu mudah. Banyak makan buah, makan sayur, trus istirahat. Dua hari juga sembuh” itu katanya.

Hellooo… truz knapa saya bisa sampe demam tiga hari tiga malam?

Alih-alih mo mengajukan perceraian dengan si virus satu ini, saya pun lari dari kenyataan menemui satu sosok berjubah putih di RS Harum. Cuma dengan pegang-pengang, pencet-pencet, longok-longok lidah, dy bisa menuliskan resep yang luar bisa banyaknya. (Sebenernya saya sakit apa? Flu? ato sakit jiwa? *mikir*)

Baiklahh, saya pasrah kalo menu tambahan saya adalah butir-butir warna-warni yang katanya bernama obat, dan jujurnya… saya beneran ga menginginkan ada cerita part-2 untuk tulisan yang satu ini.

( Adeika, 240111 )