Dy yang bernama ‘MASALAH’

Posted in Uncategorized on September 27, 2010 by Perempuan bodoh

” Hey, why you loook so sad Beibbb? Tumben-tumbenan tampang lo jelek buanget, hihi… Aneh ngeliatnya. Biasanya kan situ paling ceria cari gara-gara” *peluk Perempuan bodoh, cium-cium…*

” Dunia udah ga lucu lagi, hiks ”

” Kalo dunia lucu, semua orang udahh sakit perut ketawa guling-guling darleennkkk”

” Huhuhu… Dunia ternyata juga pait.”

” Hadohhh!!!  Kalo dunia manis, kita semua udahh mati karena diabetes kalee… Lo kenapa sehh?” *tambah bingung*

” Ga pa-pa, cuma pingin pegangan. Gw lagi bimbang.”

 

Seperti itulah kira-kira pembicaraan minggu malam kami di warung kopi  sejuta umat di mana hati kami tertambat. Tertambat nikmatnya kopi maksudnya, bukan tertambat nehh makhluk di hadapan. Hiiihhh… emanknya kami lesbonk, hoho… apa kata dunia cyiinnn…

Tapi memang, ga peduli kamu cantik ato jelek, ganteng ato genteng, tua ato muda, kaya ato miskin, baik ato jahat, mulus ato korengan, sehat ato penyakitan… Yang namanya masalah, kalo mao singgah yaaa singgah aza. Tanpa kenal waktu, tempat, ato pijakan hinggap. Dan siapapun saya, kamu, kita ato mereka… saat di sapa masalah, hal terindah yang tersisa adalah jika ‘saat itu’ kita maseh memiliki paling tidak seseorang yang beneran peduli. Peduli akan rapuhnya kita, peduli akan pedihnya tetesan airmata kita, dan sudi mengulurkan tangannya untuk memegang tangan kita.

Tapi sayankk…

Bukan berarti saat masalah datang, kita dengan egoisnya menyebarkan beban pada banyak orang, sebanyak apapun cinta orang itu pada kita. Hellooooww… bangun-bangun… emanknya situ aza yang punya masalah? (Bermasalah koq bangga!! *geleng-geleng kepala*). Hmm… Menyingkirkan masalah itu ibarat memindahkan meja. Butuh proses untuk menggesernya. Sebagian orang pilih angkat langsung. Mengeluarkan keringat, pastee. Sebagian lagi pilih mendorong-dorong meja tersebut, walo dengan suara berdecit yang memekakkan telinga, tapi paling tidak mejanya tetap bisa di singkirkan. Yang memprihatinkan adalah saat dimana kamu malah tetap membiarkannya ada di sana. Ntah segitu putus asanya ato malah ga bertenaga?

Wakkkks… Maaf yaa, ini bukan tulisan motivasi yang menjadikanmu tegak berdiri. Ini cuma curhat ga pentink dari perempuan bodoh yang lagi kejedot, benjol-benjol dikittt… nangis dehhh, huhuhu…

Oya, dy yang bernama ‘MASALAH’ ternyata juga seperti hantu, datang ga di jemput, pulang ga dianter. Bgitu tiba-tiba dan ga bisa di tolak. Walo menyebalkan, tapi jika kamu tidak bisa menegakkan kepala dan menghadapainya, dy akan sorak girang-girang menertawakan kekalahanmu, dan percayalah sayang… di tertawakan oleh kekalahan itu sakit. Sakiittt buanget malah. Sumpah! Kalo ga percaya… tanya aza sama sepertiga makhluk bumi. Ehhh tapi mending tanya diri sendiri aza sehh, makhluk bumi terlalu banyak. Ntar kelamaan nanya truz kecapean truz ga bikin penyelesaian… Jiahh… makin runyam dehh urusannya.

Axhirnya… yuk-yuk-yukks qt perangin dy yang bernama ‘MASALAH’ biar ga bikin susah:)

( Adeika, 260910 )
 

 

Iklan

Yuks ke Tidung (Part 2)

Posted in Jalan-Jalan with tags , , , on Agustus 12, 2010 by Perempuan bodoh

Pagi-pagi abis subuh, “Banguunn-banguuunnn…” *di gedor penghuni kamar sebelah*

Ehh, hari ini jadwal kita snorkeling bukan? Yiipiiiiieeee… Gausahh mandi ahhh, kan ntar juga basah. Yang penting sikat gigi, yaangga? yaangga? *Basuh-basuh, kumur-kumur, sikat-sikat* Ngelirik meja makan… Dasyaatttt… Sarapan kami hari ini : Nasi Uduk, Telur Rebus Bumbu Kuning, Orek-Orek Tempe, Kerupuk Udang, Buah: Jeruk *Cium-cium si orange*

7.00am – 1.15pm : Keliling-keliling, Snorkeling sampe keling

Kembali pagi ini Bonte menjemput kami. Tujuannya jelas… tambatan perahu. Lho?! Sabar sayang, saya blom selesai bicaranya. Jadi snorkelingnya itu kami lakukan di tetangganya Pulau Tidung, yaitu Tidung Utara dan Pulau Payung, dan perjalanan menuju kesana tetap harus dilakukan dengan perahu bukan? (Secara dari kami gada yang sanggup mengarungi lautan dengan berenang, alih-alih lagunya kan jelas, “Nenek moyangku sorang pelaut…” –bukan perenang– hahha, pisss… )

Oya, buat kamu yang sama sekali ga bisa berenang, tenang aza… gausahh kecil hati. Tnyata jaket pelampungnya berfungsi dengan baik:) selain sebenernya snorkeling juga ga butuh-butuh amat bisa berenang kalee. Yang paling penting adalah kamu bisa bernafas dari mulut dan jangan sampe kacamatamu (ato kacamuka yaa?!) kemasukan air laut. Knp begitu? Haiyaahhh… masa maseh ditanya juga sehh cyiiiinnn… *tepuk jidat*.  Pertama, kalo kamu tetep nekad bernafas lewat hidung ato mengkombinasikan antara mulut dan hidung, otomatis kacamukamu jadi berembun sayang, dan udahh pastee kamu bakalan susah melihat dengan jelas betapa biota laut di bawahh itu luar biasa kerennya. Kamu bisa takjub ampun-ampun dehh kalo taw betapa ikan-ikan itu ternyata punya sisi centilnya sendiri. Sadar diri kalo dirinya cantik, Mereka dengan sengajanya melenggak-lenggok diantara terumbu-terumbu karang dan tumbuhan-tumbuhan laut yang bentuknya lucu-lucu kex mainan. Sayang kamera saya blom temenan sama air laut, jadi ga bisa potret-potret, hiks *sedih*.

Trus bener-bener pastiin kacamukamu kedap air, karena sumpahh… setetes aza air laut menjamah matamu, itu periihhh gila cinta. Catatan penting buat kamu yang mungkin blom pernah snorkeling dan niat nyobain, selain krim-krim penghalaw sinar UV yang pastenya kamu lebih taw dari saya, cobalah pake pakaian yang tertutup. Okeyy, mungkin kamu punya body keren yang mubajir kalo ga di pamerin, ato mungkin kamu seperti saya yang alih-alih mao menggelapkan kulit… tapi ayolahhh…sekali lagi percaya pada saya. –Pakai pakaian tertutup–. Catett!!! Tertutup🙂

Gausahh tanya kenapa, biarkan saya kaseh taw yaa… 🙂

Yang namanya dapet ciuman, apalagi kalo yang nyium itu si ganteng Christian Sugiono… ehh jangan dink, jangan CS analoginya, secara dy ada pemiliknya… Nicholas Saputra aza yaa, yaa…:) Nahh, kalo dcium sama yang satu ini saya pastee gakan nolak, (Iy, tapi NS-nya langsung pingsan) *tabok yang komentarin* Tapi sodara-sodara sebangsa setanah air… perlu anda-anda ketahui dengan pastee, bahwa dcium ubur-ubur -sumpah- sama sekali gada cihuy-cihuyy-nya *gaya baca teks proklamasi*

Ubur-ubur? Yess, darleenkkk… Ubur-ubur.  Jellyfish, kalo masehh ga jelas apa itu ubur-ubur. Jangan ngebayangin ubur-ubur sebesar Paul gurita lahh… Yang saya maksud dsini yang maseh sangat bayi koq.

Anak-anak memang lucu, tapi -serius- anak ubur-ubur gada lucu-lucunya. Mereka akan senang sekali menciumi kaki ato tanganmu yang telanjang menantang. Mao dijabarin gimana rasanya? Hhmm… itu mirip-mirip kex kamu di gigit serangga. Gatel-gatel dikit, merah-merah dikit, bentol-bentol dikit, yahhh… ngedumel-ngedumel dikit  lahh:) Menurut si Bonte, bulan-bulan agustus memang banyak bayi ubur-ubur, tapi ga bahaya koq. Namanya anak-anak kan emang suka bcanda bukan?

1.30pm – 2.00pm : Panic Time

Gimana ga panik, secara dalam schedule-nya hari ini kami di jadwalkan meninggalkan pulaw keren ini dengan penyebrangan jam 2.00 siank. Anjrittt… sekarang udah jam 1.30 bukan? Jam yang sama-sama kita pake ga ngaco secara masal bukan? *melongo*. Hadoohhhh, maseh harus naek perahu pula untuk balik ke Tidunk Besar. Belom mandi, belom packing, belom keramas, belom kaseh vitamin rambut, vitamin muka, vitamin kulit. Naga-naga di perut saya ini juga cuma di tidurin sebentar pakai semangkuk indomie rebus rasa kari ayam yang sumpah gada ayamnya, ‘tapi maseh untung ada telornya’, secara tnyata naga juga bisa kelaparan sehabis snorkeling. Tolooonnkkkk… jangan biarkan mereka terbangun di saat-saat seperti ini *berdo’a*

Alhasil, jadilah setengah jam itu kami isi dengan gedubrukan rebutan kekamar mandi. Catatannya jelas: Cuma boleh ganti baju dan pipis, Duhhh!!!


2.00pm – 5.15pm : Mareee Tiduuurrrr…

Puji Syukur Alhamdulillah, akhirnya tenk jam 2.00 kami sudah berjajar di pelabuhan. Kapal kami merupakan penyebrangan terakhir karena yang lainnya sudah berlayar dari jam 1.00 siang. Hal pertama yang saya lakukan saat memasuki kapal adalah… cari posisi tidur (lagi?!). Yes, tentuu saja. Jadi… mareee tiduuurrr…

Saya sudah hampir satu jam memejamkan mata, tapi koq ada yang anehh yaa…

Heyyaalahhhh… ternyata kapal ini sama sekali blom bergerak *lirik-lirik jam* Ada yang salahkah? 2.45pm, dan kapal ini maseh disini *melongo bego*.

Tiba-tiba terdengar riuhh suara sorak dari para penumpang kapal. Jiaahhh… ternyata keterlambatan ini di karenakan ada serombongan orang yang baru datang. Dimata saya terlihat dengan jelas betapa muka mereka penuh dengan topeng warna-warni alih-alih namanya make up. Keterlaluan. Saya dan rombongan saya saja bela-belain ngga mandi secara takut tertinggal penyebrangan, ehh nie orang malah dandan kex mo ke pesta. Bener-bener penghinaan terhadap kondisi tubuh saya. Hihhh… *pasang muka jelek*

Lepas dari keterlambatan pulang, Tidung sangat menyenangkan temans. Dan kamu taw saya menghabiskan dana berapa untuk wisata kali ini? 300 reboo saja🙂 “Serius?” Yups!!! *kedip-kedip genit* Itu udahh semua-nya lho *bangga* Murahh kan? Hoho… gausahh pasang muka irian jayaa getoo lahhh, next kalo saya ajak jalan-jalan makanya ikyuuuttt dooonnnkkk…:)

( Adeika, 120810 )


 

Yuks ke Tidung (Part 1)

Posted in Jalan-Jalan with tags , , , on Agustus 10, 2010 by Perempuan bodoh

Ha-haayyyy… *cipika-cipiki* Ada yang berbeda dari saya? Baiklahh, saya mao jujur mengakui kalo kemarennya selama dua hari saya plesir ke Tidung, itu sebab saya terlihat agak tanned *Bangga*. Apa? Kamu gataw Tidung dimana? OMG, serius kamu gataw? *Geleng-geleng kepala* Baiklah, saya jelaskan yaa… Tidung itu termasuk dalam jajaran kawasan kepulauan seribu di Jakarta, yang terbagi menjadi dua, yaitu Tidung Besar dan Tidung Kecil. Kalo kamu ngajak taruhan dan bilang bahwa laut di Tidung itu sama kotornya dengan laut Ancol ato laut Angke… Ahaaa… ayo bayar taruhanmu ke saya, karena kamu sudah kalah-lahh. Kamu kalah telak sayang:)

Sebenernya awalnya perjalanan ini direncanakan oleh Perempuan Bodoh dan Si Sosok Maya, tapi seperti biasa, sosok maya tetap saja maya bukan:) Jadilah akhirnya saya mengajak teman-teman saya dari komunitas yang lain untuk memuaskan hasrat terpendam  jalan-jalan saya. Masuklah dalam daftar Perempuan bodoh nama-nama personil kali ini, yaitu : Mas Tito, Bang Arfi, Denny, Imanuel, Mia, Dessy, Patrice, Vonny, Febby, Tika dan saya tentunya🙂

6.00am : Meeting Point @Pom bensin Muara Angke.

Yang belum sarapan, pilihan satu-satunya cuma mini market pom bensin yang sumpaaahhh mini buanget, tapi lumayan lahh, masehh jual roti-rotian, cemil-cemilann, minum-minuman, dan yang paling penting juga jual kopi-kopian (Eiitts, tapi mereka gamao di bayar pake uang-uangan *serius*). Jadilahh kami sarapan dsitu-tu, ngejongkrok di depan mini market sambil nungguin jatah tiket kapal kami, penyebrangan Angke-Tidung.

 

7.30am – 10.00am : Perjalanan ke Pulau Tidung.

Perjalanannya lumayan lama, jadi bwat kamu yang hobby mabok, ayolahh persiapkan diri kalian. Sarapan yang cukup, Minum Antimo kalo perlu. Bawa kantong kresex, siap-siap kalo tnyata akhirnya kamu tetep musti nembak. Alhamdulillah sehh, personil kami sehat walafiat smua (gimana ngga, lha wong smuanya pelor = nempel langsung molor) “Jiaahhh… kirain”

Husshhh, sbenernya kami tidak berniat menikmati perjalanan ini dengan tidur, walo tidur memang enak apalagi kalo ada yang nemenin tetapi tolong salahkan ingatan teman-teman saya yang lupa memasukkan kartu UNO ke dalam daftar barang-barang yang seharusnya kami bawa. So…  jadilah tidur merupakan pilihan yang paling pas bukan? Yuk-Yuk-Yuks tidurrr… 2.5jam lagi baru sampe koq dear, sabaarrrr…

10.00am – 5.30pm : Hari Pertama, Menikmati Tidung Kecil

Sampai di Pulau Tidung, kami langsung di sambut oleh makanan yang terhidang di atas meja. “Hooorrreeeyyyy… makannn…” *rebutan piring* Fyi, penginapan di Pulau Tidung adalah homestay pada rumah-rumah penduduk sekitar, tapi jangan kwatir, kondisinya maseh manusiawi koq. Yang paling penting kan… bersih, makanan enak, air dan kamar mandi ok, yaangga? yaangga?

Setelah suksez menenangkan naga-naga yang bercokol di perut saya, iseng-iseng saya ngelongok ke halaman rumah, ehh ternyata pemandu kami yang ternyata bernama Bonte (tetapi selalu saya panggil Bento), sudah menyiapkan sepeda warna-warni untuk kami pakai berkeliling pulau. Sumpah, pulaunya indah.

Itu foto kami saat melintasi jembatan cinta (jembatan yang menghubungkan Tidung Besar dan Tidung kecil). Jembatannya lumayan panjang, tapi gausah kwatir, anggota tubuh kita yang bernama kaki itu pastee juga akan menikmati wisata laut ini terutama saat temennya yang bernama mata mulai terpesona melihat air dibawahnya. Sumpahh… jernih gila dear *berdecak kagum, ck-ck-ck…*

Selain itu disalah satu ujung jembatan cinta, ada satu jembatan lengkung yang tinggi-tinggi sekali, dimana tujuannya di khususkan buat kamu-kamu yang suka tantangan dan memacu andrenalin, sehingga kamu bisa uji nyali dengan loncat dari atas jembatan, trus langsung nyebur kelaut. Byuuurrr…. basahh dehhh🙂 Foto dalam posisi loncat tersebut paste kereeennn buangett. Foto yang sangat saya ingin bisa memilikinya, hiks *kucek mata* Hebat dehh, tepuk takjub buat orang-orang yang berani melakukannya, secara saya -walowpun- di bayar sejuta juga ogahh (iy, maonya sepuluh juta. Jiahhh… itu mahh gw juga mao) Hehe… bukan-bukan, bukan begitu. Bukan karena uang koq, walo saya memang selalu menginginkannya, halahhh… tapi ini lebih kearah… *bisik-bisik* saya ga bisa berenang. Hmmm… sebenernya bukan ga bisa, yang tepat adalah… saya baru bisa satu gaya. Gaya dada. Jadi kalo saya loncat dan nyebur laut, kemungkinannya hanya gaya itu yang bisa saya lakukan, “Da-da…” *blebeg-blebeg… tenggelam*

Pulau Tidung juga terkenal dengan pasir putihnya, itu sebab si mas Tito pasrah-pasrah aza saat kami menguburnya hidup-hidup dengan hanya menyisakan kepalanya. Alih-alih maskeran gratis katanya:) Nahh, kalo kamu mao lihat sunset dengan anggunnya, jangan kesorean… dari Tidung Kecil, kamu harus kembali ke Tidung Besar, karena matahari orange itu lebih keliatan sempurna tenggelamnya dari Tidung Besar, serius saya:)

05.30pm – 11.00pm : Makan & makan & makan & m-a-k-a-n

Setelah mandi sore, lagi-lagi… traraa… makanan sudahh tersaji hangat diatas meja. Sekarang menunya: Nasi, Ayam Kecap, Teri Pedas, Tumis Buncis, Emping, Buah: pisang. Makanannya enak, *Kunyah-kunyah* . Tadi siang menu kami: Nasi, Ikan (gataw namanya) yang di masak bumbu, Tahu Bacem, Sayur Asem, Kerupuk Udang, Buah: Melon.

Sambil leyeh-leyeh, tiba-tiba si Bento (ato Bonte?!), sudahh menjemput kami untuk maen bakar-bakaran (BBQ maksudnya). Puas dehh kami rebutan ikan, sampe-sampe saya berani jamin bahwasanya kucing pastee mnangis melihat tulang belulang yang bersih-sih tanpa sisa. Betapa kejamnya pembantaian yang kami lakukan🙂

Oooaaaahhhhhh… Saya ngantukk buanget *menguap lebar* Heyy, gausahh tutup idung getooo dunk, kan saya udahh sikat gigi kalee… Kalo ga percaya, ayoo cium:) –Kabuuuurrrrr–

Hari ke-2 acara kami adalah snorkeling. Tapi ceritanya nanti yaa… sambung di postingan Yuks ke Tidung (Part 2).

Tolong bangunin saya pagi-pagi yaa… *terlelap, Zzzzz…*

( Adeika, 100810 )

 

Menguap

Posted in Puisi with tags , , , on Juli 24, 2010 by Perempuan bodoh

Satu catatan kecil dalam diary perempuan bodoh:

Akhirnya kudapati rasa memujamu terhadapku tercabik dengan anarkisnya alih-alih katamu aku cerewet, tapi belakangan kutemui kenyataan bahwa menguapnya rasamu itu karena sosok dy yang lain.  Dan air matakupun menitik,  *Mampir warung pinggir jalan, beli tisyu lagi*

Hiks 😦 (Adeika,240710)

Note : itu gambar bukan bikinan Perempuan bodoh (Percaya!!!) Apa? *melotot*

Hukum yang aneh (?)

Posted in Uncategorized with tags , , , on Juli 13, 2010 by Perempuan bodoh

Hoho… sudah pertengahan juli, jadi inget film Jadulnya Sissy Priscilla ‘Juni di bulan Juli’ (ato ‘Juli di bulan Juni’ yaa…? *mengingat keras*). Ehh maaf ya sodara-sodara, dsini – saat ini,  perempuan bodoh sama sekali gamao ngajakin ngebahas yang jadul-jadul,  ntar kalian-kalian semua bisa-bisa melempari saya dengan botol-botol aqua sambil menari hula-hula dan memaki… “Baaasssssiiii…”

Ooohhh Tidaakkk… Walao bodoh, tapi kan saya tetap ingin di perlakukan dengan hormat, bermartabat dan hangat. (hiks, bahasanya…) ;p

Anyway, hari ini saya mao ngebahas tentang Ajaibnya (?) hukum negri ini.

Hmm… Coba perhatikan baik-baik :

UU RI No.11/2008 ITE, pasal 27 (3) : Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik. ==> dipidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah).

Sementara Kitab UU Hukum Pidana BAB XX, Pasal 351 mengatakan :

(1). Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah *hahh???* (2). Jika perbuatan tersebut mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun. (3). Jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Jiahhh… pantes aza si sosok maya sempet bilang bahwasanya dy ga akan dehh ngata2in orang sembarangan via fb ato twitter ato ym ato gtalk ato apalahhh… alih2 pengecut katanya. Dy malah bilank, “kalo terpaksa, daripada tereak2 ga jelas, mending tabokin aza sekalian” *Gubrax* Nii orang kompor benerrr…. Ehh, tnyata hukumannya memang lebih ringan nabokin orang yaa dibanding ngata2in, pantes aza ada pepatah yang bilang “Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan” Laa wong hukumannya emank lebih berat… *geleng-geleng kepala*

(Adeika, 130710)

 

 

E-book reader, apaan tuhh?

Posted in Uncategorized with tags , , on Juni 24, 2010 by Perempuan bodoh

Yuuuuhuuuuu… kabar baix semuanya?  *Pasang muka kangen setengah mati*

Baiklahh, sekarang memang tanggung bulan, tapi ayolahhh… pasang senyum sedikit, biar muka kalian agak lebih cerahan:)

*Sibuk buka-buka e-mail di ponsel * Ehh maaf, yanehhh banyak buanget imel masuk, nanyain kenapa sebulan kemaren sama sekali gak hadir di muka bumi dan tersaji indah. Saya sibuk, temans. Tapi sebagai perempuan bodoh, tetep akan ada yang saya bagi, dan  saya juga mao tunjukin satu lagi harta karun terbaru saya yang saya yakin seyakin-yakinnya akan membuat kamu dan kamu dan kamu dan juga ka-mu termasuk k-a-m-u bakal iri seiri-irinya dan langsung mendiskon tingkat kebodohan saya dimata kamu dan kamu dan kamu dan juga ka-mu, termasuk k-a-m-u… paling tidak sepersekian persen.

Traraa… *Ngeluarin sesuatu dari tas, Muka berseri-seri*

“Ehhh apaan tuhh…? Mungil buanget kex kamu”

*Makin bersinar* Tentu saja, saya kan rajin diet biar kamu dan kamu dan kamu dan kamu juga ka-mu termasuk k-a-m-u makin tergila-gila mengharap-harap saya… ;p *Dipelototin seantero jagat raya*

Namanya Reader darleenkkk. Bulan lalu temen saya baru dateng dari canada dan bawain ini buat saya.

“Wuihh… hadiah lagi dari si sosok maya yaa? Sepertinya dy lulus pramuka, baik buanget sehh. Trus fungsinya apa?” (Pertanyaan pinter)

 

Jawaban bodoh :

Menurut kamu, mungkin ngga sehh bawa-bawa perpustakaan dengan ratusan buku masuk ke starbucks dan membaca dengan santainya sementara di depan idung uap-uap kopi mencolek-colek ramah minta dijamah?!  

“Lu kira doraemon?” *menjawab sinis* “Jawabannya koq ga nyambung buanget” *tampang sewot*

Aiihhh pinter:) Yups kamu bener, secara doraemon kan punya kantong ajaib. Sayangnya dy ada di abad 22 darlenkkk… dan belom tentu kamu dan kamu dan kamu juga ka-mu termasuk k-a-m-u maseh hidup di abad itu. Itu sebabnya saya menganggap harta saya ini sangat berharga *pasang muka bangga*. 

Reader yang saya punya ini ibarat perpustakaan berjalan, sayang. Sekarang kan jamannya udah modern buanget, dimana orang-orang di luaran sana mulai memuja-muja gadget sebagai ukuran kemapanan dan kecerdasan (?!) *Tampang ga yakin, secara saya bodoh*. Nah, dalam penciptaan buku pun orang-orang di luaran sana mulai menyajikan buku elektronik, yang sepakat di kaseh nama e-book. Jadi buat kamu dan kamu dan kamu juga ka-mu termasuk k-a-m-u yang  punya hobby baca, tentu saja reader ini penting dan berguna buanget. Liat aza, biarpun semungil ini, tapi di dalamnya saya udahh masukin berarus-ratus buku, dari mulai novel-novelnya Sidney Sheldon sampe Habiburrahman E.S., dari buku-buku pasar modalnya Benjamin Graham sampe buku jurus pedekatenya John Gray – Men Are from Mars, Women Are from Venus. Trus saya isi juga bukunya Edward Fileds – The Essentials of Finance and Accounting for Nonfinancial Managers (biar keliatan sedikit cerdas, hihi…).

Ehh itu belum seberapa cinta, karena saya juga menyimpan buku… Ssttt… kama sutra, taw kan kama sutra? *Yang satu ini di ucapkan dengan lirih, Sssstt… alih-alih takut terjadi anarkis pada rebutan pinjem*

“Hahh? Yang bener?! Reader sekecil itu bisa nyimpen buku sebanyak itu? Kereennn buangett…” *Mupenk akut* 

Hohoho… tentu saja. Saya aza udah masukin hampir duaratus buku, dan akan masukin lebih banyak lagi tentunya. Duaratus darlennkkk, kamu bisa muntah-muntah bacanya blom tentu abis dalam duaratus hari, hihi…:) Lebih keren lagi karena dy bisa baca dalam banyak format, dari pdf, word, trus kita bisa baca sambil dengerin MP3 pula, Na-ni-na-na-na…  Compatible sama MAC dan PC-nya Windows juga. Satu lagi, kalo saja kamu dan kamu dan kamu juga ka-mu termasuk k-a-m-u sudi turun ke bumi mengikuti saya dengan mulai membaca dengan reader, wahhh… ini bener-bener keren karena kita bisa mengurangi produksi kertas. Bisa berhemat pula, karena e-book gratisan tuhh tertebaran, so tinggal comot sayannnkkk… 🙂

Oya sampe lupa, maaf mungkin mengecewakan kalian, karena fyi, reader ini bukan hadiah dari si sosok maya secara saat ini gataw juga makhluk satu itu berada di belahan bumi mana. Lagian walopun bodoh, teman saya kan banyak sodara-sodara, haha…:D

*dalam hati berucap, ‘tetep sehh sosok maya teristimewa’*

( adeika, 240610 )

Patah Hati

Posted in Uncategorized with tags , , on April 19, 2010 by Perempuan bodoh

Sepulang si sosok maya dari dunia maya, malam 130410, ganti harinya, perempuan bodoh dan si sosok maya menghabiskan seharian bersama di rumah gorila (aslinya bernama Pusat Primata Schmutzer). Sejujurnya, kami awalnya tidak berniat untuk mengunjungi Komu ato Kombu (gorila yang ada di sana), tidak juga bermaksud mengajak bermain Ungko, Owa Jawa, Wau-wau ataw siamang dan teman-temannya.

Hari itu perempuan bodoh sedang patah hati, huhuhu… :'((

“Sayang, kamu punya jarum dan benang ngga?”

“Kenapa?” si sosok maya bengong.

“Tolong jaitin hatiku yang robek”

Haha, berlebihan yaa kdengerannya:) Tapi hari itu perempuan bodoh memang mengangis karena patah hati. Ntah sadar ataw tidak, seperti biasa, si sosok maya lah yang menjadi tong sampah untuk semua air matanya.

Kalo kamu pernah denger lagu yang mengatakan bahwa lebih baik patah hati daripada sakit gigi, stop untuk percaya lirik tersebut, karena buat perempuan bodoh, lirik itu 99.9% bohong. Kenapa?

Hmm… secara logika saja yaa, kalo kamu sakit gigi, kamu tinggal pergi ke dokter gigi, 2-3 hari pastii sembuh.

Kalo kamu patah hati, apa kamu yakin dalam 2-3 hari semuanya akan kembali baik-baik saja?

Seorang pakar pernah menuliskan bahwa jatuh cinta dan gangguan jiwa mempunyai satu benang merah, karena orang yang sedang jatuh cinta memiliki kandungan biokimia yang serupa dengan orang yang menderita gangguan obsesif kompulsif (dikenal dengan istilah OCD). Cinta dianggap dapat membuat seorang yang sehat jadi bertingkah seolah memiliki penyakit patologis, penyakit karena hal-hal merugikan yang datang dari sifat diri sendiri. Dituliskan pula bahwa cinta beroperasi di ventral pallidum, atau pusat area kenikmatan di dalam otak, sekaligus bagian yang aktif ketika seseorang menikmati candu. Dikombinasikan dengan siraman hormon-hormon tubuh lainnya, muncullah gangguan yang mengakibatkan seseorang “kecanduan” dengan kekasih idamannya. Dan ketika tidak mendapatkan balasan cinta, maka ia akan bertingkah sama seperti seorang pecandu yang kesakitan mencari-cari obatnya, seperti yang dialami perempuan bodoh saat ini.

Semakin masuk ke dalam rumah gorila, secara ga sengaja perempuan bodoh melihat orang utan coklat (lupa namanya siapa) sedang bercinta. Kurang ajar, penghinaan terhadap suasana hati perempuan bodoh. Tiba-tiba tercium baw hangus, hati perempuan bodoh terbakar cemburu. Cemburu terhadap kemesraan gorila. Ada-ada aza:p

Lelah berjalan dan mendengarkan curhat yang tak berkesudahan, si sosok maya memulai komentarnya.

“Memang ga semua yang berlalu bisa dilupakan, tapi bukan berarti harus selalu di sesalkan, bukan? Kalo sampai sekarang kamu tetap beranggapan bahwa dy adalah yang terbaik, so ambil hikmahnya aza. Positive-nya adalah, kamu bisa taw bahwa ada seswatu yang salah dari dirimu sehingga orang itu pilih menjauh. Sebenernya, kunci paling aman menjaga suatu hubungan adalah saling menghargai dan bisa menikmati setiap riak yang ada. Jangan menantang arus, kamu akan lelah. Going the flow aza. Dari situ kamu akan taw apakah kamu akan sejalan atow tidak. Dan kalowpun dy “ternyata” memang tidak sejalan denganmu, maka kesadaran itu akan muncul dari diri kamu sendiri, sehingga tidak perlu ada air mata saat harus berpisah.”

Perempuan bodoh menatap blo’on, “tapi sekarang dah terlambat, huhuhu…”

Si sosok maya pun mengambil tisyu dan menyeka airmata perempuan bodoh, “Dasar bodoh:) Kalo dy memang sebaik gambaranmu, kamu tetap bisa bersahabat baik, tohh? Jodoh di tangan Tuhan, tapi menangis ato tersenyum adalah pilihan. Hargai diri sendiri dulu, dan percayalah (bahkan) sosok maya pun melihat bahwa kamu memang spesial.”

( Adeika – 0410 )