Archive for the Puisi Category

Kerennya Onrop

Posted in Puisi with tags , , on November 22, 2010 by Perempuan bodoh

Tanggal 13-21 November 2010 kemaren Teater Jakarta-TIM menggelar Onrop Musical, yang audisi pemainnya udahh di saring-saring mulai bulan may lalu. Hayoo-hayooo… Ada yang sempet nonton kahh? (Hmm… Berani tarohan, kalo ada si sosok maya, dy pastee lonjak-lonjak kegirangan dan duduk di barisan depan). Lho?! Emang dy kmana? Lho, emangnya saya belom cerita yaa… dy kan masehh di Cina *sungutsungut*

Bukan cuma kamu yang kangen, saya juga. (Apa sehh…)


Udahh ahhh, balik lagi ke Onrop!

Jadi… ‘Onrop’ yang kalo iseng-iseng dibalik jadi ‘Porno’ itu ternyata punya lirik-lirik ajaib yang sumpahh bikin perempuan bodoh kex saya pun terpesona. Sorry, mungkin mengecewakan kamu, tapi dsini saya sama sekali ga bermaksud nyeritain gimana dasyatnya pertunjukan si onrop itu, tapi saya cuma mao berbagi kekaguman akan lirik-liriknya yang di kerjain sama  saya Joko Anwar.

Berikut salah satu lagunya yang berjudul “Kalo ngga ada kamu, Unyuu..” (Huhuhu… sukaaa….)

Paris ada menara Eiffel
Stasiun Gambir banyak hijaunya
Di rumah bisa makan waffle
Kalau nggak ada kamu apa gunanya
Apa gunanyaaa…

Menara Pisa di Florence
Istana Bogor banyak rusanya
Di rumah bebas ngedens
Nggak ada kamu apalah gunanya
Hey Baby… Tanpa kamu
Mentega cuma berasa kayak margarine
Tanpa kamu
Jus yang mahal berasa kayak urine
Kayak uriiiine…

Sayang, kau lah kembang api di malam lebaran
Sayang, kau lah pohon pinang tujuh belasan
Sayang, aku dan kamu saling melengkapi
Sayang, ke manapun kamu pergi pasti aku ikuti

Main gitar tapi diborgol
Kalo ditiup nggak ada suaranya
Beli berlian harga bandrol
Kalau nggak ada kamu apalah gunanya

Kangguru nggak boleh lompat
Anaknya nangis basah di kantungnya
Banyak hadiah nggak bersyarat
Kalo nggak ada kamu apa gunanya

Tanpa kamu…
Bakat pun terasa kayak cacat

Tanpa kamu…
Hidup di dunia terasa sepat

Oh Baby, sayang kau lah kipas angin waktu kemarau
Sayang, kau lah pemberi semangat waktu parau
Sayang, aku dan kamu saling melengkapi
Sayang, ke manapun kamu pergi pasti aku ikuti

Pasti kuikuti…
Pasti kuikuti…
Pasti kuikuti…
Pasti kuikuuutiiiiiii….

Maseh ada lagi nehh… Katanya, “Kenapa Harus Drama?”

Tak kuat lagi aku untuk lanjut mengayuh
Sendiri tanpamu semangat tak lagi tebal
Tapi karena penonton duduk terlalu jauh
Ekpresiku tak terlihat sehingga harus verbal

Sedih…
Bintang-bintang tak seindah kamu

Sedih…
Kapan aku senang dalam lagu

Tolong hentikan waktu Matikan semua lampu
Jantung pun tak guna berdegub tanpa dirimu
Andaikan saja mungkin aku membalik waktu
kuhabiskan hari-hari tuk menatap wajahmu

Sedih…
Bintang-bintang tak seindah kamu

Sedih…
Kapan aku senang dalam lagu

Mengapa hidup harus penuh drama
Bukan kah genre lain bisa lebih menghibur
Mengapa semua cerita harus sama
Harus ada konflik yang baik tercebur
Yang baik tercebur…


Dan yang paling saya suka…. “Bram Baby, One Kiss Please…” (haiyaahhh…)

Dua tahun, cuma senyummu..
Hanya dari itu ku tahu kau sayang..
Janganlah kalau dicium,
Pegang tangan saja ku pasti… melayang..

Bram Baby… tunjukkan kenapa
Kadang kupikir kau terbuat dari baja
Dingin beku tak punya rasa

Bram baby… sekali ini saja
Biar mandiri kadang kuingin manja
Cuma satu yang kutahu persis..

Bram baby.. one kiss please..

Dua tahun kuberkaca
aku cantik tapi kau dingin kenapa?
Datang pergi..Kayak ninja
Diam bergeming kayak lagi bertapa..

Bram baby… peganglah pipiku
Di-peeling biar halus.. demi dirimu
Pake masker biar cerah.. hanya untukmu

Bram darling.. tataplah mataku
Meskipun tak biru tapi berkedip untukmu
Meski ku sayu tapi satu kutahu

Bram baby… one kiss please

Kecup dong yang.. sekali saja

 

Walo di tulis agak komedi, tapi dalem buangett yaa liriknya?

Yang setuju boleh angkat jari, ga ga setuju boleh angkat kaki… (Yang narsiz pun angkat diri, wakkks… ga pentinkkk…)

dan sayapun mulai ngayal sendiri…

 

( Adeika, 221110 )

Menguap

Posted in Puisi with tags , , , on Juli 24, 2010 by Perempuan bodoh

Satu catatan kecil dalam diary perempuan bodoh:

Akhirnya kudapati rasa memujamu terhadapku tercabik dengan anarkisnya alih-alih katamu aku cerewet, tapi belakangan kutemui kenyataan bahwa menguapnya rasamu itu karena sosok dy yang lain.  Dan air matakupun menitik,  *Mampir warung pinggir jalan, beli tisyu lagi*

Hiks 😦 (Adeika,240710)

Note : itu gambar bukan bikinan Perempuan bodoh (Percaya!!!) Apa? *melotot*

Cuilan bait… untukmu:)

Posted in Puisi with tags , , , on Maret 2, 2010 by Perempuan bodoh

 

Sayang,
Senangnya ada di sisimu,
dan menghirup aroma tubuhmu yang selaksa candu
Memang,
Sekarang kita maseh satu-satu
Tapi ku sangat ingin bersatu
Denganmu.
Hingga tak lagi terbentur batu, juga waktu.

(adeika, 020310) – Sbenernya ini dtulis cuma buat ngerame-ngeramein acara Ekspresi Puisi Cinta Satu Bait yang diadain sama Aliaz.