Ketika ‘Dy’ Datang… Sialan!!! (Part 1)


“Haitzciee…” *bersin-bersin* (Dohh gemana sehh nulis suara bersin *binun*)

Yups, anomali cuaca akhir-akhir ini akhirnya mempertemukan saya, si perempuan bodoh pada satu sosok yang paling-paling-paling saya tidak ingin temui. Bukan hanya karena saya sama sekali tidak mencintainya, tidak menginginkan dy ada… Saya bahkan membencinya.  Sangat!!! Hihhh… *sebel gila*
Tapi ada masanya dimana kita tidak bisa menolak sesuatu yang sudah terlanjur hadir. Apalagi jika sosok itu begitu memaksa ingin hadir,  menemui, bahkan menemani kita.

Akhirnya, dengan berat hati saya mengijinkannya singgah.

Tapi saya kaseh taw yaa, bener kata orang-orang tua jaman dulu, bahwasanya kita ga boleh ngaseh kesempatan sembarangan, karena bisa jadi mereka semakin gataw diri. Dan itu pulalah yang terjadi sodara-sodara… Dengan kurang ajarnya ‘dy’ berani menyatakan cinta. Dan selayaknya orang jatuh cinta, ‘dy’ pun memberikan banyak kejutan. Saya pun mulai bersin-bersin, mata merah, kepala pusing, mual, belom lagi d tambah hidung meler yang ujung-ujungnya membuat saya teler, hiks… *sedih*

Oya, kalo malam datang… alih-alih batuk, saya pun menggonggong ga keru-keruan layaknya srigala bulan purnama. Bener-bener mengerikan… *merinding guling-guling*

Yeahhh… kamu bener buanget, ‘dy’ yang begitu bernafsunya menginginkan saya d musin hujan ga jelas ini, apalagi kalo bukan si Influenza sialan.

Tiga hari tiga malam saya d dera demam. Padahal teorinya sederhana, flu bisa sembuh dengan sendirinya. Kata artikel yang saya baca, flu malah bisa sembuh dengan hanya berkumur-kumur ria dengan air garam. Kata dokter saya yang terdahulu juga sederhana… dy bilang, “Flu biasa itu mudah. Banyak makan buah, makan sayur, trus istirahat. Dua hari juga sembuh” itu katanya.

Hellooo… truz knapa saya bisa sampe demam tiga hari tiga malam?

Alih-alih mo mengajukan perceraian dengan si virus satu ini, saya pun lari dari kenyataan menemui satu sosok berjubah putih di RS Harum. Cuma dengan pegang-pengang, pencet-pencet, longok-longok lidah, dy bisa menuliskan resep yang luar bisa banyaknya. (Sebenernya saya sakit apa? Flu? ato sakit jiwa? *mikir*)

Baiklahh, saya pasrah kalo menu tambahan saya adalah butir-butir warna-warni yang katanya bernama obat, dan jujurnya… saya beneran ga menginginkan ada cerita part-2 untuk tulisan yang satu ini.

( Adeika, 240111 )

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: