WARM BODIES

Posted in Uncategorized with tags , , on September 23, 2014 by Perempuan bodoh

warm bodies_020313Yuhuuu… Jumpa lagi sama sayaahh, perempuan bodoh yang ngangenin #haiyahhh, apaan siiee, baru muncul bukannya ngucapin ‘Assalamualaikum’ malah tereak-tereak ga jelas *tetangga cemberut*

He-he, iya-iya, maap-maap… maaapppp yaahhhh… *nyengir kuda* Tapi sumpah yaa, ini saking kangennya sama situ, makanya tingkah sini jadi begini, alih-alih begitu.

Ehh, kita cerita norak yuks, yang ringan-ringan maniez getoohhh cyiiinnn…

Baiklah, dimulai dari cerita eik yaaa… *copotin sumbatan telinga tetangga* Ga sopan yaa, sayahh mao cerita koq malah tutupin telinga. Ayoks-ayoks kumpul sini, duduk maniez ‘n dengerin tuan puteri mao cerita, haha… Bug!!! #lemparin karung beras. Fiuhh… beratnya jadi tukang sampah *elus-elus jidat*

Terserah dehh, pokoknya saya tetep mao cerita,  Weeekkksss… *julurin lidah*

Sabtu kemarin, ga sengaja saya nonton (lagi?!) “WARM BODIES”. Hushh, gawsahh bisik-bisik. Iya-iya… saya taw ini film udah basi bingit. Harusnya saya cerita pada masanya, saat saya tonton pertama bersama Dy Yang Ga Boleh Disebut Namanya.

Iya-iya, kali ini saya nontonnya sendirian. Ngga bareng si Lord Voldemord itu.

Sumpah yaa, makin di liat, ini film emang konyol, hihi… lucu ajahhh, xixixi… *ngikik kuda*

Jadi ceritanya kan ada sorang zombie namanya ‘R’ (Nicholas Hoult), dan udah jadi kodratnya zombie untuk ngejar-ngejar manusia truz dimakan sampe habis. Harus sampe habis, karena kalo masih bersisa, ntar bakal ada film “Gentayangan tubuh penasaran” sisa dari tubuh orang itu bisa berubah jadi zombi juga.

Dalam film itu ceritanya ada sekelompok anak muda yang di tugasin untuk nyelidikin tentang kelompoknya si ‘R’ ini. Sialnya dalam misi tersebut terjadi kecelakaan dimana para zombie (dari kelompok si R) yang tiba-tiba menyerang kelompok si manusia ehh kelompok anak-anak muda itu.

Dalam ceritanya, ada seorang cowok, namanya Perry. Dy dimakan habis oleh si R. Konyolnya yaa… gara-gara R makan otaknya Perry, R jadi seolah-olah menyerap kenangan dari kehidupan Perry. Temen-temen si Perry lari-lari di kejar temen-temennya R, truz ada satu cewex, Julie namanya (Teresa Palmer) yang ceritanya adalah pacarnya si Perry, terperangkap ‘n ga bisa melarikan diri.

Mulai dehhh kekonyolan-kekonyolan muncul disini, seperti… bentar yahhh… saya tarik nafas doloo *seruput kopi dikit* #Auss juga ternyata ngetik, halahhh…

Hmmm… ini mao dilanjutin ngga yaaa? *longok-longok*

Aarrggghhh… tapi saya malez juga ngetik-ngetik cerita basi bgini. Udahlaahhh yaaa… kalian beli VCD bajakannya aza. Banyak juga di Ambasador. Paling cuma 7ribu perak rupiah. Yah? Yah? Yah?

Ok, deal *salaman*

Leganya sayahhhh…

 

(Adeika, 230914)

 

 

 

 

Habitat BaRu

Posted in Uncategorized with tags , , , , on Mei 13, 2011 by Perempuan bodoh

Lama yaa saya ga nengokin pondokkecil, gilaa… sampe lumutan giniiee *comot karung, nyampah lagi* (lho?!)

Okey, pagi ini sambil nikmatin sinar matahari yang menerobos jendela kamar ‘satu malam’ saya, The Park Lane 1223, saya mao pengakuan dosa bahwa memang beberapa waktu kemarin, saya sedang sibuk dengan yang namanya “menata hidup”. Dan sebagai Perempuan Bodoh, rasanya saya perlu lebih serius agar ngga terlalu tampak ‘bodoh’ bukan?

Hidup itu seperti air.  Mengalir.  Kita ga pernah taw apa yang akan terjadi dengan air. Apakah dy akan terjun?  Apakah dy akan panas ‘n mendidih? Apakah dy akan dingin ‘n beku? Apakah dy akan tercemar ‘n baw? #diskripsi yang sama untuk sebuah perasaan. Juga hubungan. Versi saya, tentunya. Dan menurut saya, selayaknya kita selalu berusaha menjaga air agar tetap bersih… ‘n hangat.

Sapa sehh yang ga suka aer angett? *sambil ngebayangin susu anget, brendem dalam kolam anget, di peluk sama cowo ganteng yang… anget* Ouuppppss, keceplosan *langsung tutup mulut*

Yeahhh, tapi itulah sebagian diskripsi tentang hangat -yang lebih baik- gausah kamu protes:) Dan kalo kamu pernah baca satu buku yang di tulis oleh salah satu cowo keren ‘pliss jangan cemburu saat saya sebut namanya’, yaitu Keith Ferrazzi dengan judul “Never Eat Alone”, pasti kamu akan menjadi seperti saya yang bener-bener sangat bersyukur memiliki banyak temen yang begitu peduli dan saya sangat menyayangi mereka. Menurut Margaret Wheatley (temennya si Keith kexnya), “Relationships are all there is. Everything in the universe only exists because it is in relationship to everything else. Nothing exists in isolation. We have to stop pretending we are individuals that can go it alone”   Dan saya setuju.

Jangan tanya kenapa yaa… tapi mumpung saya lagi pingin cerita, kaseh kesempatan lahhh si Perempuan Bodoh ini untuk ngoceh-ngoceh dikit, ‘n pliss dehh gausahh segitunya kalian pura-pura menutup telinga🙂

Yups, Hubungan memang ada d mana-mana ‘n memang sama sekali ngga guna buanget kalo kita musti pura-pura ngga butuh sapa-sapa. Saya percaya, sehebat apapun seseorang, jika dy tidak merasa membutuhkan orang lain, maka dy akan punya tanggal kadaluarsa. Begitu juga sebaliknya. Maseh inget kan sama pepatah yang ngomong, “diatas langit maseh ada langit.” Jadi ga guna juga kalo kamu merasa setinggi langit, bukan? Atow… gimana caranya kamu bisa setinggi langit kalo kamu sendirian?

Artinya, dalam hidup kita memang harus ada orang lain. Kontexs yang saya maksud adalah simbiosis mutualisme lho, bukan parasit. Malah kalo kata Keith, “don’t keep score”. Jangan peritungan tentang apa yang kamu berikan ke orang lain. Berbuat baik itu ibarat menamam pohon apel. Kelak kamu akan memetik buahnya. Oya, dalam menamam (mungkin kamu seperti saya yang belom pernah bercocok tanam), harus ada yang namanya pemberian pupuk. Jaga hubungan baik. Bukan sekedar kuantitas, tapi juga kwalitas. Intinya harus tulus. Orang akan mengingat orang yang mengingatnya. Orang akan benci jika dy d benci. Orang akan sayang kalo orang itu menyanyanginya juga.  it’s human nature.  Jangan pernah dehh berfikir bahwa sekali kamu melempar biji trus berharap bisa makan apel manis. Semua itu ada prosesnya. Dan nikmatilah proses itu. Belajar banyak dari orang lain, karena saya percaya bahwa setiap manusia memang terlahir unik. Setiap manusia, mempunyai kelebihannya sendiri-sendiri yang dapat kita serap untuk kita pelajari🙂

Ini memasuki bulan ke-2 dalam habitat saya yang baru. Tentu saja maseh perlu banyak adaptasi. Tapi so far saya suka sekali. Banyak yang harus di pelajari, banyak yang harus di bagi. Rasanya hidup ini beneran hidup ‘n semakin hidup. Doakan saya yaaa…

( Adeika, 130511 )

Ketika ‘Dy’ datang… Sialan !!! (Part 2)

Posted in Uncategorized with tags , , , , on Februari 1, 2011 by Perempuan bodoh

Akhirnya awal bulan. Yeahh, pantesan tagihan-tagihan mulai menari-nari di hadapan. Tenang-tenang, smua kebagian… ntar saya bayar, kan udahh gajian, halahh… apa sehh, koq jadi ngelantur ke gaji :) *pura-pura amnesia*

Meneruskan cerita tentang keseriusan si virus flu yang berhasil memperkosa kemerdekaan dan kebahagiaan saya belakangan ini, akhirnya sabtu kemarin saya ke dokter (lagi? Yups!). Panjang lebar saya interogasi tuhh dokter yang ternyata bernama Fahri. Saya protes dunk, masa cuma flu doang getoo sampe seminggu blom pulih-pulih. Emangnya segitu susahnya ngurus perceraian sama si Flu sialan ini?!  *semangat membabi buta* (kasian yaa si babi, lho?!)

Dengan sabar dan mata berbinar-binar suabaarr, akhirnya si dokterpun buka suara. Dan tulisan ngalur ngidul ga jelas ini adalah hasil dari tangkapan saya atas penjelasan si dokter itu.

Mulai yaa… Ayoo-ayoo serius…

Pada jaman dahulu kala… Ups, salah… Maaff  *kedip-kedip mesra tanpa dosa*

Pada dasarnya flu itu tidak perlu di obati karena dalam beberapa hari juga akan sembuh sendiri, alih-alih sampe saat ini ‘ternyata’ belum ada satu obatpun yang mampu mematikan virus penyebab flu. Coba aza cex label indikasi obat-obatan yang di jual di warung-warung pinggir jalan, apotik dan swalayan, disitu tulisannya jelas, “Untuk meringankan gejala flu, seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat dan bersin-bersin…  bla-bla-bla…”

Catet yaa… ‘Meringankan’  bukan  ‘Menyembuhkan’

Jadi, kalo kamu-kamu-kamu dan juga kamuuuu yang di ujung sana bisa sembuh setelah minum obat flu, itu bukan karena obatnya yang manjur, tetapi karena daya tahan tubuh kamu sendiri yang berhasil memerangi virus tersebut. Ingat, obat-obatannya hanya meringankan. Itu sebab saat flu banyak dokter menyarankan untuk banyak makan sayur dan buah juga istirahat yang cukup. Kenapa? Karena dengan begitu, kita dapat memberikan kesempatan pada tubuh kita untuk memerangi si virus dengan maksimal juga membantu si tubuh untuk memperbaiki sel-sel yang rusak akibat serangan si virus sialan.

“Perlu antibiotik ngga, dok?”

Itu pertanyaan lanjutan saya…

Dan kamu taw apa komentar si dokter? #Gataw lahh… kan lo belom cerita#   Hehe… iy, lupa.

Wokehh, saya kaseh taw…

Begini yaa, kalo kamu flu akibat virus, kamu sama sekali  tidak membutuhkan antibiotik. Kenapa? Karena sejauh ini virus tidak mati oleh antibiotik.  -tuink-tuink- (Nah lho?!)

Tetapi… antibiotik di perlukan jika   flu sudah bukan hanya disebabkan oleh virus, melainkan si virus berikut pasukan mau taw-nya yaitu si kuman dan si bakteri, Hiiii….

Hmm… bukan berarti tubuh kita tidak bisa ato tidak memiliki kemampuan untuk membunuh bakteri, tetapi pada satu masa di mana jumlah bakteri melebihi kemampuan sel pertahanan tubuh untuk memeranginya, maka akan timbul yang namanya infeksi. Saat itulah kita membutuhkan antibiotik guna penyembuhan yang lebih cepat dan optimal. Makanya selalu ada wanti-wanti dari si dokter bahwa antibiotik harus dihabiskan, walo semisal penyakitnya udah sembuh. Kenapa?  Karena kalo tidak di habiskan, kwatirnya si kuman dan si bakteri tadi hanya mati suri alih-alih belum mati beneran. Dan ini lebih bahaya, karena si kuman dan si bakteri bisa bangkit dari kubur muncul dan menyerang lagi dengan power yang jauh lebih kuat dan lebih ganas dari sebelumnya. 

Jadilah mengkonsumsi antibiotik yang sama tidak mempan lagi.  Antibiotik pun naik kelas, dimana dosisnya tentu lebih keras.

“Truz, gimana cara bedain flu karena virus ato karena virus berbakteri?”

Saat saya melontarkan pertanyaan itu dengan tampang yang sengaja di polos-polosin (walo sumpah, aslinya emang polos), si dokter pun dengan tampang yang meyakinkan menatap mata saya dengan ramahnya, dan menjabarkan dengan gamblangnya.

Intinya adalah… tanya dokter.

Datengin langsung tempat prakteknya.

#Jiaahhh…. Ga cihuyy# 

Kamu kecewa? 

Sama! 

Saya juga.

Jadi begini yaa, menurut si dokter Fahri… kalo ingus kamu maseh berwarna putih bening, itu sudah paste bahwa flu yang kamu derita disebabkan oleh virus, so ga perlu obat dunk…:) Tapi kalo ingus kamu yang meler-meler menjijikkan itu berwarna kuning, hejoo ato abu-abu ga jelas getoo… bisa jadi itu sudah terinfeksi bakteri. Yang bikin rancu adalah… bisa saja perubahan warna dari bening jadi kuning ato hejoo bukan karena terinfeksi bakteri, tetapi karena sistem kekebalan tubuh kita sedang bekerja memerangi si virus. Nahh, kann binun…

Yeeaahhh… itulahh kira-kira hasil temu kangen saya dengan si dokter. Dan seperti biasa… saya pun di beri cendramata bgitu banyaknya yang bisa di ambil di apotek mana saja, hiks.

( Adeika, 010211 )

 

Ketika ‘Dy’ Datang… Sialan!!! (Part 1)

Posted in Uncategorized with tags , , , , on Januari 24, 2011 by Perempuan bodoh


“Haitzciee…” *bersin-bersin* (Dohh gemana sehh nulis suara bersin *binun*)

Yups, anomali cuaca akhir-akhir ini akhirnya mempertemukan saya, si perempuan bodoh pada satu sosok yang paling-paling-paling saya tidak ingin temui. Bukan hanya karena saya sama sekali tidak mencintainya, tidak menginginkan dy ada… Saya bahkan membencinya.  Sangat!!! Hihhh… *sebel gila*
Tapi ada masanya dimana kita tidak bisa menolak sesuatu yang sudah terlanjur hadir. Apalagi jika sosok itu begitu memaksa ingin hadir,  menemui, bahkan menemani kita.

Akhirnya, dengan berat hati saya mengijinkannya singgah.

Tapi saya kaseh taw yaa, bener kata orang-orang tua jaman dulu, bahwasanya kita ga boleh ngaseh kesempatan sembarangan, karena bisa jadi mereka semakin gataw diri. Dan itu pulalah yang terjadi sodara-sodara… Dengan kurang ajarnya ‘dy’ berani menyatakan cinta. Dan selayaknya orang jatuh cinta, ‘dy’ pun memberikan banyak kejutan. Saya pun mulai bersin-bersin, mata merah, kepala pusing, mual, belom lagi d tambah hidung meler yang ujung-ujungnya membuat saya teler, hiks… *sedih*

Oya, kalo malam datang… alih-alih batuk, saya pun menggonggong ga keru-keruan layaknya srigala bulan purnama. Bener-bener mengerikan… *merinding guling-guling*

Yeahhh… kamu bener buanget, ‘dy’ yang begitu bernafsunya menginginkan saya d musin hujan ga jelas ini, apalagi kalo bukan si Influenza sialan.

Tiga hari tiga malam saya d dera demam. Padahal teorinya sederhana, flu bisa sembuh dengan sendirinya. Kata artikel yang saya baca, flu malah bisa sembuh dengan hanya berkumur-kumur ria dengan air garam. Kata dokter saya yang terdahulu juga sederhana… dy bilang, “Flu biasa itu mudah. Banyak makan buah, makan sayur, trus istirahat. Dua hari juga sembuh” itu katanya.

Hellooo… truz knapa saya bisa sampe demam tiga hari tiga malam?

Alih-alih mo mengajukan perceraian dengan si virus satu ini, saya pun lari dari kenyataan menemui satu sosok berjubah putih di RS Harum. Cuma dengan pegang-pengang, pencet-pencet, longok-longok lidah, dy bisa menuliskan resep yang luar bisa banyaknya. (Sebenernya saya sakit apa? Flu? ato sakit jiwa? *mikir*)

Baiklahh, saya pasrah kalo menu tambahan saya adalah butir-butir warna-warni yang katanya bernama obat, dan jujurnya… saya beneran ga menginginkan ada cerita part-2 untuk tulisan yang satu ini.

( Adeika, 240111 )

Horree dehh pokoxnya

Posted in Uncategorized with tags , , on Desember 28, 2010 by Perempuan bodoh

“Kalo lulus, artinya keajaiban itu ada.

Kalo ga lulus, artinya musibah itu nyata.”

(Berlian Juveny)

 

Lima minggu lewat sudah dari saat saya ujian WMI. Itu lho, ujian kompetensi yang diadain oleh Panitia standar profesi pasar modal. “Hihh. itu kan gampang?” Okey, bwat kamu yang emang ga punya keterbatasan otak sehh enak bisa ngomonk bgeto. Tapi bwat perempuan bodoh kex saya, ujian itu cukup mnguras energi, keringat dan airmata, termasuk juga waktu dan isi saku, hiks:(

Kenapa bgichuu?

Yeahh, Gimana ngga?!  Ujiannya itu menyatukan tujuh mata kuliah, kex Ethics, Professional Standards and Regulations, Financial Statements Analysis, Economics, Quantitative Analysis,  Fixed-Income Analysis, Equity Analysis, Portfolio Management yang di bonsai jadi 100 soal yang kudu kelar dalam 120 menit. Udahh tersiksa, bayar pula, whueexs… *muntah darah*

“120 menit? 2 jam maksud lo? Anjritt, lama buangett”

“Well, kalo kamu nungguin saya, jangankan 2 jam, 1 menit juga pastenya terasa lama” *menjawab sewot*

Sabarr, sabarr… *elus dada*. Tapi fyi yaa, kemarinnya akhirnya surat cinta itu datang juga. Mao taw apa katanya? Hohoho… saya lulus sodara-sodara. Lulus. Lu-lus. L-u-l-u-s. (takjub sendiri).

Sumpah, kalo jadinya ga kliatan makin bodoh,  rasanya saya mao loncat-loncat diatas meja, truz tereak-tereak sekalian guling-guling, dilanjutin lari-lari sepanjang Sudirman sambil ngibarin tuhh nilai keramat pake tangan kanan.  Seluruh dunia harus taw bukan, kalo ternyata perempuan bodoh bisa pinter juga, halahhh… Tapi rasanya mereka bakal makin yakin kalo saya gila dehh. Akhirnya saya cuma mampu ciumin smua temen-temen yang ada di depan mata. (Walo setelahh itu saya sadar kalo itu juga anehh. Harusnya kan saya yang dapet cium yaa, bukan yang mencium?! Dasar bodoh, bodoh *mengucap lirih*).

Tapi serius, saat itu… kalo saya petasan, pastee saya udahh meledak saking gembiranya.  Sandainya kamu bisa merasa.


( Adeika, 271210 )

Kerennya Onrop

Posted in Puisi with tags , , on November 22, 2010 by Perempuan bodoh

Tanggal 13-21 November 2010 kemaren Teater Jakarta-TIM menggelar Onrop Musical, yang audisi pemainnya udahh di saring-saring mulai bulan may lalu. Hayoo-hayooo… Ada yang sempet nonton kahh? (Hmm… Berani tarohan, kalo ada si sosok maya, dy pastee lonjak-lonjak kegirangan dan duduk di barisan depan). Lho?! Emang dy kmana? Lho, emangnya saya belom cerita yaa… dy kan masehh di Cina *sungutsungut*

Bukan cuma kamu yang kangen, saya juga. (Apa sehh…)


Udahh ahhh, balik lagi ke Onrop!

Jadi… ‘Onrop’ yang kalo iseng-iseng dibalik jadi ‘Porno’ itu ternyata punya lirik-lirik ajaib yang sumpahh bikin perempuan bodoh kex saya pun terpesona. Sorry, mungkin mengecewakan kamu, tapi dsini saya sama sekali ga bermaksud nyeritain gimana dasyatnya pertunjukan si onrop itu, tapi saya cuma mao berbagi kekaguman akan lirik-liriknya yang di kerjain sama  saya Joko Anwar.

Berikut salah satu lagunya yang berjudul “Kalo ngga ada kamu, Unyuu..” (Huhuhu… sukaaa….)

Paris ada menara Eiffel
Stasiun Gambir banyak hijaunya
Di rumah bisa makan waffle
Kalau nggak ada kamu apa gunanya
Apa gunanyaaa…

Menara Pisa di Florence
Istana Bogor banyak rusanya
Di rumah bebas ngedens
Nggak ada kamu apalah gunanya
Hey Baby… Tanpa kamu
Mentega cuma berasa kayak margarine
Tanpa kamu
Jus yang mahal berasa kayak urine
Kayak uriiiine…

Sayang, kau lah kembang api di malam lebaran
Sayang, kau lah pohon pinang tujuh belasan
Sayang, aku dan kamu saling melengkapi
Sayang, ke manapun kamu pergi pasti aku ikuti

Main gitar tapi diborgol
Kalo ditiup nggak ada suaranya
Beli berlian harga bandrol
Kalau nggak ada kamu apalah gunanya

Kangguru nggak boleh lompat
Anaknya nangis basah di kantungnya
Banyak hadiah nggak bersyarat
Kalo nggak ada kamu apa gunanya

Tanpa kamu…
Bakat pun terasa kayak cacat

Tanpa kamu…
Hidup di dunia terasa sepat

Oh Baby, sayang kau lah kipas angin waktu kemarau
Sayang, kau lah pemberi semangat waktu parau
Sayang, aku dan kamu saling melengkapi
Sayang, ke manapun kamu pergi pasti aku ikuti

Pasti kuikuti…
Pasti kuikuti…
Pasti kuikuti…
Pasti kuikuuutiiiiiii….

Maseh ada lagi nehh… Katanya, “Kenapa Harus Drama?”

Tak kuat lagi aku untuk lanjut mengayuh
Sendiri tanpamu semangat tak lagi tebal
Tapi karena penonton duduk terlalu jauh
Ekpresiku tak terlihat sehingga harus verbal

Sedih…
Bintang-bintang tak seindah kamu

Sedih…
Kapan aku senang dalam lagu

Tolong hentikan waktu Matikan semua lampu
Jantung pun tak guna berdegub tanpa dirimu
Andaikan saja mungkin aku membalik waktu
kuhabiskan hari-hari tuk menatap wajahmu

Sedih…
Bintang-bintang tak seindah kamu

Sedih…
Kapan aku senang dalam lagu

Mengapa hidup harus penuh drama
Bukan kah genre lain bisa lebih menghibur
Mengapa semua cerita harus sama
Harus ada konflik yang baik tercebur
Yang baik tercebur…


Dan yang paling saya suka…. “Bram Baby, One Kiss Please…” (haiyaahhh…)

Dua tahun, cuma senyummu..
Hanya dari itu ku tahu kau sayang..
Janganlah kalau dicium,
Pegang tangan saja ku pasti… melayang..

Bram Baby… tunjukkan kenapa
Kadang kupikir kau terbuat dari baja
Dingin beku tak punya rasa

Bram baby… sekali ini saja
Biar mandiri kadang kuingin manja
Cuma satu yang kutahu persis..

Bram baby.. one kiss please..

Dua tahun kuberkaca
aku cantik tapi kau dingin kenapa?
Datang pergi..Kayak ninja
Diam bergeming kayak lagi bertapa..

Bram baby… peganglah pipiku
Di-peeling biar halus.. demi dirimu
Pake masker biar cerah.. hanya untukmu

Bram darling.. tataplah mataku
Meskipun tak biru tapi berkedip untukmu
Meski ku sayu tapi satu kutahu

Bram baby… one kiss please

Kecup dong yang.. sekali saja

 

Walo di tulis agak komedi, tapi dalem buangett yaa liriknya?

Yang setuju boleh angkat jari, ga ga setuju boleh angkat kaki… (Yang narsiz pun angkat diri, wakkks… ga pentinkkk…)

dan sayapun mulai ngayal sendiri…

 

( Adeika, 221110 )

Sepatu… ohh sepatu…

Posted in Uncategorized with tags , , , on November 1, 2010 by Perempuan bodoh

Tanggal muda nehh, udahh pada gajian semua??? Yuk-yuk-yuks traktir saya (Lho?!). Hushh… jangan melotot getoo pagi-pagi, sereemmm tauukk, Hiiii… *tutup mata*

Ngomongin tentang gaji, seperti yang di jabarin Ligwina Hananto tentang ‘the financial planner’, pastee kamu-kamu juga udah akrab sama yang namanya ‘magical shopping account’, dimana kita harus pisahin tuhh antara anggaran rutin bulanan dengan anggaran khusus senang-senang (belanja misalnya). Jadi maksudnya, memang ada dehh yang namanya  jatah khusus untuk pemuasan nafsu yang satu itu tanpa perlu ngajak berantem jatah-jatah yang lain. Jujurlah, perempuan mana sehh yang ga suka belanja? EHmm… kalo kamu hidup dijaman Adam and Eve alih-alih Siti Hawa, mungkin aza sehh, secara kexnya jaman itu belom ada mal yang ngejual Charles & Keith, halahhh… teteup.

Baiklah, balik lagi ke magical shopping account, rasanya seru juga kalo kalee ini yang kita puaskan adalah hasrat kita (ato saya ya?) dalam membeli sepatu, secara… buat kamu-kamu yang pada belom taw, saya memang paling seneng beli sepatu, selain tas yang alih-alih buat matchingin tuhh sepatu. Bisikan kecil itu selalu bilang, “kalo kakimu sakit, kamu gakan mampu meraih bintang, sayank…” Jadi, dalam memilih sepatu memang ga bisa sembarangan kalee, dan sudah selayaknya sepatu merupakan barang yang istimewa. Akuilah, dalam kondisi normal, sepatu pula yang akan mengantar kita ke tempat-tempat terindah yang ingin kita kunjungi, bukan?

So… hari ini… gimana kalo kita bahas tips memilih sepatu yang keren enak di pakai. Setuju? Setuju? Setujuuuu? 

Seepp, tanpa membiarkan kamu berfikir…  Ayoo siapkan pulpen dan catatan kalian *maksa*

Mulai yaa…

  1. Sedikitnya paling ngga kita wajib punya 5 sepatu yang berbeda fungsi, yaitu sepatu pesta, sepatu olahraga, sepatu formal ngantor, sepatu santai dan sepatu gaul, karena ga mungkin kan kita pergi ke pesta dengan sepatu jogging ato nge-gym pake hak tinggi (hihi… ngebayanginnya aza lucu :p)
  2. Biasain beli sepatu karena sepatunya memang nyaman di pakai dan sesuai dengan bentuk kaki, bukan semata-mata karena diskon dan harganya murah (maonya sehh murah trus maseh di tambah diskon dan nyaman pula, haha…) => Jiaaahhhh… itu sehhh semua juga taw.
  3. Jangan beli sepatu di pagi hari. Kenapa? Karena si mba’-mba’ yang ngelayanin maseh terlalu bersemangat, jadi seringnya semua di bilang bagus, padahal belom tentu. Selain itu… pada pagi hari, kondisi kaki biasanya lebih ciut di banding siang hari. Ibarat bunga blom mekar sempurna, jadi plizz dehh… jangan di petik dulu.
  4. Kalo beli sepatu yang ada hak-nya, posisi hak harus berada tepat dibawah tumit dan kelengkungan sepatu harus sesuai dengan kelengkungan telapak kaki. Kenapa?  Hmm… saya kaseh taw yaa… posisi hak yang pas, itu bisa mengurangi resiko kepeleset saat berjalan dan kelengkungan yang sempurna membuat kakimu tidak mudah keseleo, siztaa.

Satu lagi, ini yang paling saya suka… saat beli sepatu, biasain mencoba sepatunya dan berjalanlah. Sepatu yang pas akan terasa nyaman saat pertama mencobanya. Saya biasanya pilih-pilih sepatu yang lain dengan memakai sepatu yang ingin saya beli. Si mbak-mbak-nya gakan bisa protes, walo lumayan lama juga saya muterin toko. Paling dy bete-bete dikiitt… hihi… :p Ehh, tapi saran saya, itu tetep wajib di lakuin, karena dengan begitu kamu bakal bener-bener yakin bahwa sepatu yang mao di beli itu nyaman di pake.

Hmm… kalo ga salah hari ini ada diskon bukan untuk Clarks? Yuukks ksana…

( Adeika, 011110 )